<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sabilissalam</title>
	<atom:link href="http://hanifahmad.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hanifahmad.wordpress.com</link>
	<description>Menapak jalan menuju Sorga</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Oct 2011 12:51:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hanifahmad.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/90525ce884c7ef48c5f674d45bd3a0f4?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Sabilissalam</title>
		<link>http://hanifahmad.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hanifahmad.wordpress.com/osd.xml" title="Sabilissalam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hanifahmad.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Fenomena Akhwat Facebook-ers</title>
		<link>http://hanifahmad.wordpress.com/2011/01/15/fenomena-akhwat-facebook-ers/</link>
		<comments>http://hanifahmad.wordpress.com/2011/01/15/fenomena-akhwat-facebook-ers/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2011 11:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Ridla Syahida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telaah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifahmad.wordpress.com/?p=670</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Suatu hari saat chatting YM, saat aku belum memiliki akun FB.. ”Ada FB ga?” ”Ga ada. Adanya blog multiply. perempuanlangitbiru.multiply.com..” Tak berapa lama kemudian. ”Kok foto di MPmu (multiply, red), anak kecil semuanya siih? Fotomu mana?”, tanya seorang akhwat yang baru dikenal dari forum radiopengajian.com. ”Itu semua foto keponakanku yang lucu..”, jawabku. Suatu hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=670&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2011/01/facebook.jpg"><img class="size-full wp-image-675 aligncenter" title="Facebook" src="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2011/01/facebook.jpg?w=460&#038;h=288" alt="" width="460" height="288" /></a></p>
<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">Suatu hari saat chatting YM, saat aku belum memiliki akun FB..</p>
<p>”Ada FB ga?”</p>
<p>”Ga ada. Adanya blog multiply. perempuanlangitbiru.multiply.com..”</p>
<p>Tak berapa lama kemudian.</p>
<p>”Kok foto di MPmu (multiply, red), anak kecil semuanya siih? Fotomu  mana?”, tanya seorang akhwat yang baru dikenal dari forum  radiopengajian.com.</p>
<p>”Itu semua foto keponakanku yang lucu..”, jawabku.</p>
<p>Suatu hari di pertemuan bulanan arisan keluarga..</p>
<p>&#8220;De&#8217; kok di FBmu ga ada fotomu siih?&#8221; tanya kakak sepupu yang baru aja ngeadd FB-ku.</p>
<p>&#8220;Hehe.. Ntar banyak fansnya..&#8221; jawabku singkat sambil nyengir.</p>
<p>Suatu siang di pertemuan pekanan..</p>
<p>&#8220;Kak, foto yang aku tag di FB diremove ya? Kenapa kak?&#8221; tanya seorang  adik yang hanya berbeda setahun dibawahku..</p>
<p>&#8220;He..&#8221; jawabku sambil senyum nyengir yang agak maksa.</p>
<p>Suatu malam di rumah seorang murid.</p>
<p>”FBmu apa? Saya add ya..” tanya bapak dari muridku.</p>
<p>Setelah add FBku sang bapak bertanya, ”Kok ga ada fotonya siih?”</p>
<p>Aku hanya bisa ber-hehe-ria.</p>
<p>Dari beberapa kejadian itu, aku hanya bisa menyimpulkan bahwa yang pertama kali dilihat orang ketika meng-<em>add</em> FB seseorang adalah fotonya. Entahlah apa alasannya, mungkin memang  ingin tahu bagaimana wajah sang pemilik akun FB, padahal kan yang di add  biasanya yang sudah dikenal. Lantas jika memang sang empunya akun tidak  memajang foto dirinya di FB, langsung deh jadi bahan pertanyaan, bahkan  untuk seorang akhwat sekalipun.</p>
<p>Jika ditilik-tilik, fenomena foto akhwat yang bertebaran di dunia  maya nampaknya sudah bukan barang asing lagi. Kita dengan mudah  menemuinya termasuk di FB. FB yang merupakan suatu situs jejaring sosial  begitu berdampak besar bagi pergaulan masyarakat dunia, pun termasuk  pergaulan di dunia  ikhwan akhwat.</p>
<p>Maraknya foto akhwat yang bertebaran di FB, membuat LDK (Lembaga  Da’wah Kampus) suatu kampus ternama harus membuat peraturan yaitu tidak  memperbolehkan akhwat aktivis da’wah kampus memajang foto dirinya di FB.  Tentu saja banyak reaksi yang muncul dari peraturan dan kebijakan itu,  mulai dari yang taat menerima dengan lapang dada sampai ada juga yang  mem’bandel’. Namun apalah arti sebuah peraturan jika memang kita tidak  mengetahui fungsi dan tujuannya dengan benar, dapat dipastikan peraturan  hanya untuk dilanggar jika ditegakkan tanpa kepahaman.</p>
<p>***</p>
<p>Di suatu pertemuan para akhwat aktivis da’wah kampus..</p>
<p>”Ayolaaah, foto bareng..” rayuku sebagai fotografer ketika  terheran-heran melihat seorang akhwat yang tidak mau ikut foto, menjauhi  kumpulan akhwat yang siap-siap berpose.</p>
<p>Selidik punya selidik ternyata akhwat tersebut kapok untuk difoto  karena fotonya beredar di FB padahal dia ga punya FB. Fotonya bisa  beredar di FB karena teman-teman satu jurusan mengunduh foto momen  bersama di FB yang tentu saja ada dirinya di dalam foto itu. Padahal  saat itu, aku belum punya FB (hanya memiliki blog di multiply) dan tidak  terbersit sedikit pun berniat untuk mempublish foto itu di dunia maya,  yaaa hanya untuk disimpan di folder pribadiku. Foto kebersamaan dengan  para saudari seperjuangan yang bisa membangkitkan semangat di saat-saat  tak bersemangat, hanya dengan melihatnya.</p>
<p>Jika diperhatikan dengan seksama, ternyata benar bahwa orang-orang  termasuk akhwat sudah terbiasa berkata, ”Nanti jangan lupa di upload n  di tag in di FB ya..” setelah melakukan foto bersama.</p>
<p>Benar saja! Di suatu kesempatan berselancar di dunia maya, di saat  aku akhirnya memutuskan membuat akun FB, melihat-lihat, berkunjung ke FB  para akhwat, dan ternyata benar saja foto-foto akhwat dengan mudah  dilihat para pengguna FB yang telah menjadi temannya. Aku yang memiliki  kepribadian idealis-pemimpi agak terkejut juga melihat hal itu, secara  baru terjun di dunia perFBan.</p>
<p>Terkejut karena kecantikan para akhwat dengan mudah dinikmati oleh  orang lain. Aku agak bingung juga harus bagaimana melihat fenomena  akhwat facebook-ers. Ada kekhawatiran apakah terlalu idealisnya  pikiranku yang mungkin sebenarnya mengunduh foto sudah menjadi hal yang  biasa saja di kalangan para akhwat. Itulah realita yang ada. Entah apa  yang melatarbelakangi para akhwat akhirnya mengunduh foto pribadinya  atau bersama rekan-rekannya di FB.</p>
<p>Hingga akhirnya pada suatu hari, terjadilah sebuah percakapan:</p>
<p>”Kenapa siih yang dilarang majang foto itu cuma akhwat? Kenapa ikhwan  juga ga dilarang?? Bukannya sama aja ya? Sama-sama bakalan dinikmati  kecantikan atau kegantengannya kan?” tanyaku bertubi-tubi kepada seorang  saudari yang sepemikiran denganku tentang fenomena foto akhwat di FB.</p>
<p>”Ya beda-lah.. Coba kita liat para cewek yang ngefans sama  artis-artis cowok Korea, mereka cuma ngeliat cowok Korea itu sekadar  suka-suka yang berlebihan.. Udaaaah, hanya sebatas suka ngeliat. Tapi  kalo cowok yang ngeliat foto cewek, itu beda. Kamu tau kan kalo daya  lihat para cowok itu berbeda? Ada pemikiran-pemikiran tertentu dari para  cowok ketika melihat seorang cewek bahkan hanya sekadar foto.”</p>
<p>Hmm.. yayaya.. Memang aku pernah mendengar bahwa daya lihat seorang  laki-laki itu 3 dimensi. Laki-laki bisa membayangkan dan memikirkan  hal-hal yang abstrak diluar dari yang dia lihat. Bahkan katanya lagi,  seorang laki-laki bisa saja memikirkan seorang perempuan tanpa berbusana  hanya karena melihat seorang perempuan yang berbusana mini berlalu di  hadapannya. Namun kebenaran itu belum bisa kubuktikan karena aku  hanyalah seorang perempuan biasa bukan seorang laki-laki.</p>
<p>Pantas saja Allah memerintahkan kita untuk menahan pandangan, seperti dalam firman-NYA:</p>
<p>Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, <em>&#8220;Hendaklah mereka  menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu  adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa  yang mereka perbuat&#8221;. Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah  mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya. . . . .”</em> (QS. An-Nuur [24] : 30-31)</p>
<p>Ayat ini turun saat Nabi <em>Shalallahu a’laihi wassalam</em> pernah  memalingkan muka anak pamannya, al-Fadhl bin Abbas, ketika beliau  melihat al-Fadhl berlama-lama memandang wanita Khats’amiyah pada waktu  haji. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa al-Fadhl bertanya kepada  Rasulullah <em>Shalallahu a’laihi wassalam</em>, “Mengapa engkau palingkan muka anak pamanmu?” Beliau <em>Shalallahu a’laihi wassalam</em> menjawab, “Saya melihat seorang pemuda dan seorang pemudi, maka saya tidak merasa aman akan gangguan setan terhadap mereka.”</p>
<p>Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa yang diperintahkan untuk menahan  pandangan bukan saja laki-laki namun juga perempuan. Untuk itu, sudah  seharusnya kita menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak seharusnya  kita pandang.</p>
<p>Lalu apa hubungannya dengan pemajangan foto di dunia maya?</p>
<p>Jika dulu kasus menjaga pandangan hanya karena bertemu dan bertatap  langsung, namun saat ini sudah lebih canggih lagi, tanpa bertemu dan  bertatap pun, godaan menahan pandangan itu tetap ada. Ya! Bisa jadi  dengan banyaknya bertebaran foto akhwat di dunia maya, itulah godaan  terbesar. Buat para ikhwan, harus mampu menahan pandangan di saat  berselancar di dunia maya, di saat-saat kesendirian berada di depan  layar komputer ataupun laptop. Kondisikan hati terpaut dengan Allah  saat-saat kesendirian, jangan sampai kita menikmati foto akhwat yang  bertebaran di dunia maya. Buat para akhwat, yang memang merupakan godaan  terbesar bagi para ikhwan, akankah kita terus menciptakan peluang untuk  membuat para ikhwan ter’paksa’ memandangi foto-foto pribadi kita?</p>
<p>***</p>
<p>Kejadian demi kejadian yang kutemukan di dunia maya begitu banyak  menyadarkanku akan pentingnya seorang akhwat menjaga dirinya untuk tidak  mudah mengupload foto dirinya di dunia maya.</p>
<p>Beberapa hari belakangan ini, ketika sedang mencari desain kebaya  wisuda untuk muslimah berjilbab di mesin pencari google, diri ini  dipertemukan dengan sebuah blog yang bernama &#8216;jilbab lovers&#8217;. Pecinta  jilbab. Ya! Sesuai namanya, di blog itu berisi hampir semuanya adalah  foto-foto muslimah berjilbab dengan berbagai pose. Di antara beberapa  foto muslimah berjilbab itu, aku temukan 3 komentar yang mengomentari  foto seorang gadis, aku akui gadis dalam foto itu sungguh cantik,  memenuhi kriteria wanita cantik yang biasanya dikatakan sebagian besar  orang. Beginilah kurang lebih komentar 3 orang laki-laki pada foto gadis  itu dengan sedikit perubahan:</p>
<p>”Itu baru namanya gadis .. cantik nan islami.. sempuuuuurnaaaa&#8230; salam kenal..”</p>
<p>”Subhanallah ada juga makhluk Allah seperti ini ya..”</p>
<p>”Subhanallah..”</p>
<p>Jika kita lihat ke-3 komentar diatas, bisa dilihat bahwa komentarnya  begitu islami dengan kata-kata Subhanallah namun juga menyiratkan bahwa  sang komentator begitu menikmati kecantikan sang gadis di dalam foto.  Hal ini menandakan bahwa siapapun yang melihat foto itu memang pada  akhirnya akan menikmati kecantikan sang gadis berjilbab. <em>Allahurobbi</em>,  akankah kita -para akhwat- rela jika kecantikan diri kita dapat dengan  bebas dinikmati oleh orang lain yang belum halal bagi kita bahkan belum  kita kenal?</p>
<p>Mungkin akan ada sebagian dari kita -para akhwat- yang akan  menepisnya, ”Aaahh,, itu kan foto close up. Kalo foto bareng-bareng ya  gpp donk?”</p>
<p>Hmm.. ada satu lagi yang kutemukan di dunia maya mengenai foto  muslimah berjilbab. Pernah suatu hari, ketika diri ini mencari gambar  kartun akhwat untuk sebuah publikasi acara LDF (Lembaga Da’wah Fakultas)  di mbah google, kutemukan foto muslimah berjilbab yang sudah diedit  sedemikian rupa hingga menjadi sebuah gambar porno. Memang gambar itu  tidak kutemukan langsung diawal-awal halaman pencarian google, tapi  berada di halaman kesekian puluh dari hasil pencarian keyword yang aku  masukkan. Terlihat foto wajah sang muslimah begitu kecil (kuduga dicrop  dari sebuah foto) dan dibagian bawah wajah sang muslimah berjilbab  diedit dengan dipasangkan foto/gambar sesuatu yang seharusnya tidak  diperlihatkan. <em>Naudzubillahimindzalik..</em></p>
<p>Bagaimana perasaan kita jika seandainya melihat foto diri kita  sendiri yang sudah diedit menjadi gambar porno dan dinikmati oleh orang  banyak di dunia maya? Atau bagaimana perasaan kita jika ada kerabat  dekat yang melihat foto kita yang sudah diedit sedemikian rupa menjadi  gambar porno?</p>
<p>Semoga saja hal ini tidak menimpa diri kita. Ya Rabb,, bantu kami –para akhwat- untuk menjaga kemuliaan diri kami..</p>
<p>Mungkin kita bisa mengambil teladan dari kejadian di bawah ini&#8230;</p>
<p>Suatu ketika, diri ini menemukan blog (multiply, red) seorang ustadz.  Dalam blog itu, terlihat foto sang ustadz bersama ketiga anaknya yang  masih kecil, tanpa terlihat ada istrinya. Di bawah foto itu diberi  keterangan, ”mohon maaf tidak menampilkan foto istri saya..”</p>
<p>Dari situ aku ambil kesimpulan bahwa sang ustadz sepertinya memang  tidak ingin menampilkan foto sang istri. Bisa jadi karena begitu besar  cintanya terhadap sang istri, maka tak boleh ada yang menikmati  kecantikan sang istri selain dirinya, begitu dijaga sekali kemuliaan  istrinya. Ya Rabb, semoga kami -para akhwat- bisa menjaga kemuliaan diri  kami..</p>
<p>Mungkin kita bisa mengambil hikmah dari kejadian di bawah ini&#8230;</p>
<p>Baru saja kemarin, di perkampungan multiply, MP, ada berita bahwa ada  seorang ikhwan yang tiba-tiba minta ta’aruf dengan seorang akhwat  padahal belum kenal sang akhwat dan hanya melihat foto sang akhwat di  FB. Huufffhh.. ada-ada aja..</p>
<p>Jika diliat dari akar masalahnya mungkin berasal dari foto sang akhwat di FB, bukan begitu?</p>
<p>Jadi, apa yang akan kita –para akhwat- lakukan setelah ini?</p>
<p>***</p>
<p>Tulisan ini dipublish terutama ditujukan pada diri sendiri sebagai  seorang akhwat serta untuk saling mengingatkan para facebookers yang  lain. Semoga kita bisa menjaga kemuliaan diri kita sebagai seorang  akhwat ketika berada di dunia maya.</p>
<p>”Kejahatan itu bukan hanya sekadar berasal dari niat seseorang untuk  berbuat jahat tapi karena ada kesempatan. Waspadalah.. Waspadalah..”</p>
<p>Semangat bermanfaat!</p>
<p>Jadikan dunia maya sebagai ladang amal kita</p>
<p>###</p>
<p>Penulis bernama LhinBlue, seorang staf di biro PPSDM (Pengembangan  dan Pembinaan Sumber Daya Muslim) SALAM UI, yang baru saja menyelesaikan  studi S1 di Kimia FMIPA UI</p>
<p>Mahasiswi Kimia FMIPA UI 2006</p>
<p><a href="http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/comment/fenomena-akhwat-facebook-ers">[www.eramuslim.com}</a></p>
<p>Ke link aslinya silahkan<a href="http://perempuanlangitbiru.multiply.com"> <em>klik disini</em></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifahmad.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifahmad.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifahmad.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifahmad.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifahmad.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifahmad.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifahmad.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifahmad.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifahmad.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifahmad.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifahmad.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifahmad.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifahmad.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifahmad.wordpress.com/670/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=670&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifahmad.wordpress.com/2011/01/15/fenomena-akhwat-facebook-ers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27929cbc3fcb10f96468a80529643f64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ridla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2011/01/facebook.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Facebook</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Rasa Al-Azhar</title>
		<link>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/12/12/cinta-rasa-al-azhar/</link>
		<comments>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/12/12/cinta-rasa-al-azhar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 06:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Ridla Syahida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifahmad.wordpress.com/?p=662</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Muhammad Zakaria Darlin Mahasiswa Bahasa Arab Jurusan Umum tingkat 2 Universitas Al-Azhar Cairo Mesir Malam ini sebagian temanku sudah merebahkan badan mereka dengan lelapnya di pembaringan yang empuk dan nyaman, selimut tebal meliputi badan mereka memberikan kehangatan jasmani semalam. Malam yang dingin, udara yang tenang hampa membuat mereka tertidur pulas, nyaman sekali. Namun mataku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=662&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: </strong><strong>Muhammad Zakaria Darlin</strong></em><br />
<em> <strong>Mahasiswa Bahasa Arab Jurusan Umum tingkat 2</strong></em><br />
<em><strong> Universitas Al-Azhar</strong></em><strong><em> Cairo Mesir</em></strong><br />
<strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><strong><em><a href="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/12/alazhar.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-667" title="Gami' Al-Azhar" src="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/12/alazhar.jpg?w=360&#038;h=236" alt="" width="360" height="236" /></a></em></strong>Malam ini sebagian temanku sudah merebahkan badan mereka dengan lelapnya  di pembaringan yang empuk dan nyaman, selimut tebal meliputi badan  mereka memberikan kehangatan jasmani semalam. Malam yang dingin, udara  yang tenang hampa membuat mereka tertidur pulas, nyaman sekali. Namun  mataku susah terpejam saat ini, tiba-tiba pikiranku melayang, mataku  melirik keyboard. Aku am<strong><em></em></strong>bil keyboard itu, dan jari-jariku pun mulai  menari-nari di atas lembaran Microsoft Word 2003 di notebook ku yang  sangat mini ini.</p>
<p>Saat ini aku ingin menuliskan sebuah cerita cinta. Cinta yang membuat  seluruh pemuda dan pemudi mabuk kepayang. Cinta yang katanya mampu  merubah dunia menjadi surga. Cinta yang membuat orang jelek menjadi  cantik atau ganteng. Cinta yang membawa pada kebahagiaan. Atau malah  cinta yang malah bisa membutakan hati. Apa itu defenisi cinta? Kenapa  harus ada cinta? Dan seperti apakah gambaran cinta-cinta yang tumbuh di  Al-Azhar ? Walaupun tidak begitu formal, tulisan ini kucoba buat  semenarik mungkin untuk menghilangkan rasa penasaran terhadap cintanya  seorang azhariy di Mesir.</p>
<p>Bicara masalah cinta, konon katanya hal ini “tabu” jika dibicarakan  secara eksplisit oleh seorang azhariy. Maklumlah seorang ahli syari’ah,  tahu tentang seluk beluk agama, mengerti Alqur’an, maupun hapal ratusan  hadist, sangat aneh jika ada diantara mereka yang “berpacaran”, walaupun  itu jarak jauh. Bukan apa-apa, kondisi seorang ahli agama itu memang  rentan untuk dijadikan takaran maju atau mundurnya sebuah kaum. Apabila  pemuka agamanya berjalan sesuai aturan dan norma agama, niscaya jama’ah  pun akan setia kepada perintah sang imam yang memang patut untuk  dicontoh. Tapi ini hanya berlaku untuk sebagian azhariy saja, sedangkan  untuk sebagian yang lain biarkan sajalah mereka berkembang “seperti yang  mereka mau”.</p>
<p>Cinta yang tumbuh di Al-azhar barangkali sudah sangat sering  diekspos, bahkan dijadikan akomoditi perfilman di tanah air. Tapi itu  semua palsu, bohong-bohongan alias fiktif belaka. Tujuannya pun bisa  berbagai macam. Tapi cinta yang ada di Mesir ini memang tidak jauh dari  gambaran yang ada di film-film tersebut. Cuma saja tidak terlalu  dibeberkan hingga menjadi penarik minat masyarakat Indonesia untuk  berdatangan secara bergerombol ke Mesir.</p>
<p>Kembali ke cinta, barangkali cinta itu semacam aib yang bisa  meruntuhkan image di sini. Namun pada dasarnya cinta tidak bisa  dihalangi oleh apapun. Karena mencintai itu fitrah manusia, dan bukan  bagian dari dosa. Mencintai seseorang dengan tulus ikhlas dari lubuk  hati yang paling dalam, bukanlah sebuah kesalahan. Ketika di mahattoh  sedang menanti bus 80 coret barangkali anda akan menemukan seorang  muslimah berdiri di seberang jalan. Mata anda sebagai seorang lelaki  tentunya menarik-narik agar sekali dua kali berkesempatan melihat  seperti apa paras hawa yang sedang di hadapan anda itu. Siapa tahu dia  jadi istri anda? Tidak ada yang tahu. Atau barangkali, di saat anda  sedang asyik bercengkerama dengan Alqur’an di dalam bus, tiba-tiba  seorang muslimah duduk di samping anda terlebih lagi dia adalah orang  Indonesia, mungkin saja seketika itu hafalan anda akan jadi buyar. Atau  saja di saat anda sedang membeli buku di maktabah, dan seringkali  berpapasan dengan muslimah-muslimah yang “siapa tahu” lagi jadi istri  anda kelak. Boleh jadi juga ketika anda sedang talaqqi, ada seseorang  yang menarik di belakang dan mata anda menarik seperti magnet untuk  melengok ke belakang walau sekejap. Atau bahkan mungkin saja, ada  muslimah mengetuk flat anda, meminta tolong ini dan itu. Satu dari  seribu satu kemungkinan itu “mungkin saja” akan jadi awal cerita cinta  seorang azhariy di Mesir ini.</p>
<p>Dalam Islam, cinta itu tidak dilarang. Bahkan Khadijah pun dulu jatuh  cita dengan Rasulullah, sampai-sampai beliaulah yang mengajak  Rasulullah untuk menikah lebih dahulu.  Cinta yang benar, harus dibawa  pada jalan yang benar. Tidaklah sebuah aib bagi wanita untuk  mengungkapkan perasaannya pada lelaki terlebih dahulu, namun norma adat  dan kebiasaan lah yang mengeksekusinya sebagai sebuah dosa. Memang  benar, malu adalah sebagian dari iman, namun malu untuk mengungkapkan  perasaan adalah malu yang tidak beralasan yang malah justru bisa  menjerumuskan seorang muslimah pada kebinasaan hati di akhirnya. Maka  berikanlah setiap sesuatu itu porsi dan takarannya yang pas, perhatikan  situasi dan keadaan, apakah ada tanggapan dan respon positif atau  sebaliknya. Hingga akhirnya tidak menyisakan penyesalan, dan dapat  menarik sebuah kesimpulan.</p>
<p>Sementara kaum adam, kebanyakan malu untuk melamar karena merasa  tidak sanggup untuk menafkahi atau takut dan gengsi jika ditolak. Namun  hal ini justru hasil khayalan pra nikah yang diumbar sedemikian rupa  hingga berkesan di pikiran para ikhwan. Justru dengan menikah, akan  terbuka kesempatan mendapatkan rezeki yang lebih banyak, karena Allah  tidak akan sia-sia dengan ikatan dua insan yang sudah didoakan ribuan  malaikat. Toh, tidak pernah kita dengar ada orang mati setelah menikah  dua bulan karena tidak makan. Kecuali memang hal ini dijadikan kebutuhan  sekunder bagi pribadi masing-masing, Sementara itu, alasan takut  ditolak dalam keadaan butuh, dan gengsi dalam keadaan butuh, sama sekali  tidak dapat diterima, apapun alasannya.</p>
<p>Sementara itu mata saya sudah mulai mengantuk, jam sudah menunjukkan  pukul 01.16 dini hari. Besok harus bangun subuh penuh dengan cinta dan  pengharapan. Inti dari coretan di atas, cinta itu adalah hal yang sacral  dan suci. Membicarakan cinta pun harus dengan harapan yang suci dan  diikat dengan ibadah yang sacral.  Orang yang berhak untuk dicintai  adalah orang yang benar-benar mau dijadikan pendamping anda kelak. Harus  ada sebuah kepastian diantara dua insan yang sedang dimabuk cinta untuk  membuat sebuah ikatan yang sah di mata Tuhan. Maka jauhilah gaya  bercinta manusia awam yang seringkali mencontohkan cinta yang dangkal  dan salah kaprah. Mereka mencintai seseorang tanpa tujuan. Mereka  mencintai seseorang hanya sebagai hiburan sesaat. Pernikahan adalah  babak yang terlalu berat bagi mereka. Hingga mereka takut untuk memulai  dengan yang namanya “lamaran”. Alasannya bisa bermacam rupa sesuai rupa  si pencinta. Atau kalau anda berani, mintalah dijodohkan dengan orang  tua anda kemudian mulailah “mencintai orang yang ada nikahi”.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifahmad.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifahmad.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifahmad.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifahmad.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifahmad.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifahmad.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifahmad.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifahmad.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifahmad.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifahmad.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifahmad.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifahmad.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifahmad.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifahmad.wordpress.com/662/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=662&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/12/12/cinta-rasa-al-azhar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27929cbc3fcb10f96468a80529643f64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ridla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/12/alazhar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gami' Al-Azhar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmu yang Membumi; Sebuah Observasi Keilmuan Masisir</title>
		<link>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/12/11/ilmu-yang-membumi-sebuah-observasi-keilmuan-masisir/</link>
		<comments>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/12/11/ilmu-yang-membumi-sebuah-observasi-keilmuan-masisir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2010 06:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Ridla Syahida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telaah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifahmad.wordpress.com/?p=657</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Muhammad Rakhmat Alam Mahasiswa Universitas Al-Azhar Cairo Mesir Sudah setahun kedatangan ku di negara yang merupakan kiblat ilmu keislaman. Berbagai corak dan spectrum keilmuan telah kulihat dan ada yang ku selami. Beberapa kajian masisir telah ku singgahi, sekian dars talaqqi pun telah ku geluti, muhadharah local juga sering ku masuki dan semua itu menimbulkan sebuah pemikiran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=657&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em><a href="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/12/talaqqi-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-658" title="talaqqi (1)" src="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/12/talaqqi-1.jpg?w=360&#038;h=285" alt="" width="360" height="285" /></a>Oleh: Muhammad Rakhmat Alam<br />
Mahasiswa Universitas Al-Azhar Cairo Mesir</em></strong></p>
<p>Sudah setahun kedatangan ku di negara yang merupakan kiblat ilmu keislaman. Berbagai corak dan spectrum keilmuan telah kulihat dan ada yang ku selami. Beberapa kajian masisir telah ku singgahi, sekian <em>dars talaqqi</em> pun telah ku geluti, muhadharah local juga sering ku masuki dan semua itu menimbulkan sebuah pemikiran dalam kepalaku bahwa ada sesuatu dengan corak keilmuan masisir???</p>
<p>Sebelumnya ini hanya sebuah pemikiran ku bukan pemikiran anda atau siapa-siapa. Di awal-awal penelitian, aku sedikit terkejut dengan jumlah masisir yang mencapai 3.000 lebih tapi bisa dikatakan hanya berkisar seratus orang lebih bahkan kurang dari seratus orang yang mendatangi kuliah di kampus tiap harinya. Pada kemana ribuan umat masisir ketika jadwal kuliah di universitas islam tertua dan tekemuka di dunia ini??? Batin dan kepala ku seiya bertanya. Apakah sibuk organisasi, kerja, main, tidur aku tak tahu. Dan yang paling membuat ku terkejut adalah banyak masisir yang mendapat nilai tinggi ketika ujian walau yang rosib pun tak kalah banyaknya. Subhanallah, tak pernah kuliah tapi ujian najah.</p>
<p>Itu baru mendatangi kampus al-azhar, belum lagi mendatangi talaqqi-talaqqi di mesjid al-azhar dan di tempat lainnya. Kurang dari 50 orang masisir yang aktif ikut talaqqi. Padahal dosen di kampus adalah tokoh intelektual al-azhar yang telah melewati jenjang akademis sampai doctoral tidak ada satu pun dosen universitas al-azhar yang baru master, semua adalah doctor bahkan banyak yang professor dan penulis aktif. Begitu juga pengajar talaqqi adalah ulama-ulama terkemuka al-azhar yang tak dikeragui lagi kapasitas keilmuan mereka. Aku kembali bertanya, apa yang terjadi dalam dinamika keilmuan masisir??? Apakah pakar-pakar fikih, ushul, tafsir, aqidah dan hadits di Indonesia yang tamatan universitas al-azhar termasuk 100 orang yang aktif kuliah dan 50 orang yang aktif talaqqi??? Atau mereka dahulunya termasuk orang yang hanya belajar sendiri berkumpul dan membuat sebuah kelompok kajian sesama teman atau seniornya??? Kalau begitu betapa cerdasnya masisir ini dan betapa hebatnya masisir yang mampu belajar lewat buku literature arab sendirian atau sesama teman tanpa guru walau dengan alat yaitu bahasa arab yang pas-pasan.</p>
<p><strong>Kajian masisir vs muhadharah kampus dan talaqqi al-azhar</strong></p>
<p><a href="http://alamazharian.files.wordpress.com/2010/08/418px-al-azhar_university_logo-svg.png" target="_blank"></a>Seakan-akan ada kiblat keilmuan lain yang ada di cairo, mesir selain universitas al-azhar dan talaqqi oleh para ulama al-azhar. Masisir ingin menandingi keorisinalan dan keagungan keilmuan di al-azhar. Seolah menghadiri kuliah dan talaqqi hanyalah mempersempit dan membuang waktu karena dapat belajar sendiri di rumah atau membuat kelompok kajian antar mereka dan dapat membuat akal lebih kritis dan cemerlang dari sekedar hadir muhadharah dan talaqqi yang hanya mendengarkan dan sedikit bertanya bahkan mematikan akal.</p>
<p><strong>Apa alasan mereka yang jarang atau tidak kuliah dan talaqqi bersama ulama azhar???</strong></p>
<p>Ada yang mengatakan karena jarak rumah dengan kampus dan tempat talaqqi begitu jauh sehingga menghabiskan banyak tenaga, waktu dan uang. Bahkan ada yang berkata dengan gamblang bahwa keilmuan di talaqqi dan di al-azhar tidak membuat orang cerdas, kuno dan hanya membuang-buang waktu. Na’udzubillah, berani sekali mereka mengatakan hal semacam itu. Sudahkah mereka menggeluti kuliah dan talaqqi azhar dengan serius dan berkesinambungan??? Dan kenapa mereka tidak kuliah di universitas selain al-azhar???</p>
<p><strong>Banyak kealfaan masisir dalam memahami literature arab</strong></p>
<p><a href="http://alamazharian.files.wordpress.com/2010/08/1263874760-alazhar-university.jpg" target="_blank"></a>Tak dapat di pungkiri, banyak masisir yang lemah kemampuannya dalam mehamami literature arab bahkan orang arab sekalipun. Masisir tidak bias melulu belajar sendiri, membaca literature arab sendiri tanpa ada bimbingan dari seorang guru. Bahkan masisir yang sedang proses doctoral pun banyak yang bertanya kepada para doctor al-azhar dalam membuat disertasinya, begitu juga yang sedang mengambil program master, mereka baru terasa akan pentingnya hadir muhadharah, mereka juga akan baru sadar akan kekurangan mereka dalam memahami literature arab dan mereka juga baru tau akan kedigdayaan ulama dan intelek-intelek azhar yang sungguh memukau pikiran kita serta betapa kuat asas keilmuan mereka. Karena al-azhar mengajarkan suatu ilmu tidak dengan instan, tapi berjenjang dan bertangga. Semua keilmuan di al-azhar memiliki pondasi keilmuan yang kuat dan kokoh. Baru bergerak dan maju kearah-arah ilmu yang lebih spesifik dan lebih detail yang sangat menguras energy otak. Di universitas al-azhar penjurusan lebih spesifik dan spesialisasi baru ada ketika akan masasuki post graduate. Berbeda dengan universitas di Indonesia, di strata 1 sudah memiliki jurusan tersendiri. Yang ingin membuat seorang imuwan dengan cara instan. Begitu juga Dalam proses mengajar dan belajar mahasiswa lebih aktif dari dosen dan membuat suatu proses menuntut imu lebih instan.</p>
<p><strong>Sarjana al-azhar dan sarjana dari universitas islam di Indonesia dan lainnya</strong></p>
<p>Kita pun bisa melihat, lulusan doctoral al-azhar dengan lulusan doctoral universitas islam di Indonesia dalam cara berfikir mereka dan cara mereka menyikapi problematika dunia islam. Para doctor alumnus universitas Indonesia akan terlihat lebih instan dalam menjawab masalah yang ada, bahkan kadang bingung untuk menjawab sehingga berfatwa dengan cara serampangan. Berbeda dengan ulama dan alumnus al-azhar yang benar-benar mengikuti manhaj azhari, dalam menjawab persoalan dunia islam mereka lebih di terima secara ilmiah dan dapat di pertanggung jawabkan secara ilmiah juga. Sarjana al-azhar dan alumnus al-azhar banyak menjadi tokoh ulama internasional dan tokoh besar dalam dunia islam. Perkataan mereka menjadi rujukan, karya mereka menjadi bahan referensi bagi seluruh universitas islam dunia, bahkan musuh al-azhar sendiri pun meminjam dan memakai intelektual dari al-azhar.</p>
<p><strong>Ilmu hasil kajian dan hasil kuliah serta talaqqi</strong></p>
<p>Terlepas dari manakah yang paling urgen dari mengikuti kajian intensif dan kuliah juga talaqqi, semuanya merupakan sumber untuk mendapatkan ilmu dan bermanfaat. Tapi yang perlu di tekankan di sini adalah sejauh mana hasil kajian dan kuliah dan talaqqi membentuk malakah keilmuan masisir?? Apakah keilmuan mereka membumi atau mengawang di atas awan?? Sudahkah mereka mengikuti manhaj azhari?? Mampukah mereka menjadi penerus-penerus syeikh yusuf alq-ardhawy, wahbah zuhaily, ramadhan al-bouty, ‘ali jum’ah, sya’rawy, Muhammad rasyid ridha, Muhammad abduh, quraish shihab,Mustafa ya’qub, dan alumnus al-azhar lainnya yang mampu menjadi pakar di bidang ilmu yang digelutinya. Mampukah mereka memberikan kemajuan dalam dunia islam dan pemikiran islam tanpa melenceng dan bertindak serampangan???</p>
<p><a href="http://alamazharian.files.wordpress.com/2010/08/clip_image0028.jpg" target="_blank"></a>Dan kalau boleh jujur, kebanyakan kajian yang diadakan masisir mempermasalahkan hal-hal yang cabang, bukan subtansial, sehingga keilmuan hasil kajian mengawang. Berbeda dengan aktif dan serius dengan kuliah dan talaqqi, keilmuan yang didapatkan disini sangat fundamental dan membumi. Sehingga untuk permasalahan cabang daru suatu ilmu dapat di cerna dengan matang tidak mengawang. Dan sungguh, mengikuti kajian saja pun juga membuang-buang waktu dan umur. Karena tujuan belajar adalah membentuk suatu pola pikir ilmiah yang benar dan tersusun secara rapi. Bagaimana pola pikir ilmiah tersusun dengan rapi dan benar jika masalah-masalah yang fundamental dan asas seorang masih bingung dan ngambang.</p>
<p>Jadi, sebaiknya sebelum mengikuti kajian intensif perkokoh dahulu dasar dari suatu ilmu. Jangan sibuk ke sesuatu yang furu’ tapi mulai dari ushul. Agar malakah keilmuan dapat terbentuk dengan rapi, benar dan matang. Setelah itu baru dikembangkan dan di prektekkan melewati kelompok kajian agar kajian tetap membumi dan tidak mengambang dan mengawang. <em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifahmad.wordpress.com/657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifahmad.wordpress.com/657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifahmad.wordpress.com/657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifahmad.wordpress.com/657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifahmad.wordpress.com/657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifahmad.wordpress.com/657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifahmad.wordpress.com/657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifahmad.wordpress.com/657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifahmad.wordpress.com/657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifahmad.wordpress.com/657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifahmad.wordpress.com/657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifahmad.wordpress.com/657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifahmad.wordpress.com/657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifahmad.wordpress.com/657/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=657&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/12/11/ilmu-yang-membumi-sebuah-observasi-keilmuan-masisir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27929cbc3fcb10f96468a80529643f64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ridla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/12/talaqqi-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">talaqqi (1)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa Rajab</title>
		<link>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/06/27/puasa-rajab-2/</link>
		<comments>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/06/27/puasa-rajab-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 08:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Ridla Syahida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifahmad.wordpress.com/?p=644</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:Faza Abdu Robbih Mahasiswa Universitas Al-Azhar Cairo Mesir Allahumma baarik lana fi Rojaba wa Sya&#8217;bana wa balligna Ramadhon wa hassil maqosidana Bulan Rajab telah membuka tabirnya, persiapan diripun semakin kencang untuk menyongsong bulan Suci Ramadhan, hal inipun tersirat dari do’a Rasulullah SAW sebagaimana termaktub di atas. Tak heran banyak ibadah yang dilakukan karenanya, salah satunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=644&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/06/isra.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-647" title="Isra" src="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/06/isra.jpg?w=497&#038;h=333" alt="" width="497" height="333" /></a>Oleh:Faza Abdu Robbih<br />
Mahasiswa Universitas Al-Azhar Cairo Mesir<br />
</em></p>
<p><em>Allahumma baarik lana fi Rojaba wa Sya&#8217;bana wa balligna Ramadhon wa hassil maqosidana </em></p>
<p>Bulan <em>Rajab </em>telah membuka tabirnya, persiapan diripun semakin kencang untuk menyongsong bulan Suci <em>Ramadhan</em>, hal inipun tersirat dari <em>do’a </em>Rasulullah SAW sebagaimana termaktub di atas. Tak heran banyak ibadah yang dilakukan karenanya, salah satunya adalah Puasa.</p>
<p>Memang Tidak ada hadis shahih yang menerangkan keutamaan puasa <em>Rajab</em> secara khusus, tapi banyak hadis yang menganjurkan puasa secara umum, tidak hanya mengkhususkan bulan <em>Rajab</em>.</p>
<p>Bulan <em>Rajab </em>adalah bulan <em>Haram (bulan yang diharamkan untuk berperang)</em>, dan pada bulan <em>Haram </em>itulah kita disunahan berpuasa, sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Al Bahili bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: <em>&#8220;Berpuasalah Engkau di bulan  Haram.&#8221; (HR Abu Daud).</em></p>
<p>Nabi Muhammad Saw, memang mensunahkan puasa tiga hari pada setiap bulan Hiriyah<em> (ayyamul bidh)</em>, bahkan beliaupun pernah mensunahkan untuk berpuasa secara mutlak. Maka kesunahan puasa Rajab bisa didasarkan pada keumuman hadis-hadis tersebut.</p>
<p>Memang tidak ada <em>Nash sahih</em> yang secara khusus menerangkan keutamaan puasa di awal, tengah atau hari-hari lainnya pada bulan ini.Sekalipun ada beberapa nash yang menerangkan keutamaan puasa Rajab,  hadis itupun dengan derajat <em>dhoif</em>. Seperti hadis  shahabat Anas ra,</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai yang disebut Rajab, airnya lebih jernih dari susu, lebih manis dari madu, maka siapa saja yang berpuasa satu hari pada bulan Rajab, Allah akan memberinya minum dari sungai itu.&#8221;. </em></p>
<p>Hadits lain yang diriwatkan Ibnu Abbas,</p>
<p><em>&#8220;Siapa saja yang berpuasa sehari pada bulan Rajab maka ia seperti puasa satu bulan, siapa saja yang puasa tujuh hari maka ia akan ditutup dari tujuh pintu neraka, siapa saja yang puasa delapan hari maka ia akan dibukakan pintu-pintu surga, dan siapa saja puasa sepuluh hari maka keburukannya akan diganti oleh kebaikan-kebaikan.&#8221;</em></p>
<p>hadis inipun <em>dhoif </em>sebagaimna yang diterangkan Imam Suyuthi dalam kitabnya <em>Al Hawi lil Fatwa.</em></p>
<p>Memang tidak ada larangan Puasa <em>Rajab </em>sebulan penuh ditambah dengan puasa <em>Sya&#8217;ban</em> dan disempurnakan dengan puasa Ramadhan menjadi tiga bulan penuh,. Sekalipun ada beberapa Ulama yang mengatakan bahwa hal tersebut adalah <em>bid&#8217;ah</em> karena hal tersebut tidak pernah terjadi pada masa <em>salaf</em>, oleh karena itu maka yang lebih utama adalah berpuasa sesuai dengan kemampuan saja tanpa adanya suatu kewajiban baik karena nadzar atau yang lainnya sehingga tidak terjerumus pada perbuatan yang dilarang. <em>Wallahu a&#8217;lam. </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifahmad.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifahmad.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifahmad.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifahmad.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifahmad.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifahmad.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifahmad.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifahmad.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifahmad.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifahmad.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifahmad.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifahmad.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifahmad.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifahmad.wordpress.com/644/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=644&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/06/27/puasa-rajab-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27929cbc3fcb10f96468a80529643f64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ridla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/06/isra.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Isra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KH Irfan Hielmy Tutup Usia</title>
		<link>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/05/20/630/</link>
		<comments>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/05/20/630/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 12:12:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Ridla Syahida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifahmad.wordpress.com/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[Radar Tasikmalaya, Rabu, 19 Mei 2010 04:34 administrator CIAMIS – Ulama kharismatik, KH Irfan Hielmy, tutup usia, kemarin sekitar pukul 06.10. Berita duka menyebar ke seluruh daerah di Jawa Barat. Ribuan pelayat, baik tokoh ulama, masyarakat, santri dan pejabat memadati kompleks Pesantren Darussalam. Mereka memanjatkan doa kepada ulama yang dikenal bijak itu. Beberapa di antaranya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=630&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Radar Tasikmalaya, Rabu, 19 Mei 2010 04:34		 		 			 			administrator</em></p>
<p><strong>CIAMIS –</strong> Ulama kharismatik, KH Irfan Hielmy, tutup  usia, kemarin sekitar pukul 06.10. Berita duka menyebar ke seluruh  daerah di Jawa Barat. Ribuan pelayat, baik tokoh ulama, masyarakat,  santri dan pejabat memadati kompleks Pesantren Darussalam. Mereka  memanjatkan doa kepada ulama yang dikenal bijak itu.</p>
<p>Beberapa di antaranya Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan dan teman  dekat almarhum, pengasuh Ponpes Al Hasan, Ciamis, KH Sarif Hidayat.</p>
<p>KH Sarif mengenang almarhum sebagai ulama kharismatik yang memiliki  sifat bijaksana. Sifat itu sejajar dengan empat ulama besar di Jawa  Barat. Yakni KH Ilyas Ruhiyat (pengasuh Ponpes Cipasung), KH Anwar  Musadad (Garut), Totoh Al Fatah (pengurus Ponpes Cileunyi, Bandung) dan  Abdullah Abas.</p>
<p>Selain itu, lanjut KH Sarif, KH Irfan Hielmy juga dikenal sebagai  pribadi yang santun, intelek dan tawadu (rendah diri). “Beliau juga  sangat ramah dan bisa bergaul dengan siapapun. Mulai pejabat tinggi  hingga masyarakat biasa,” ujar KH Sarif dalam pidato pemakaman jenazah  almarhum di kompleks Ponpes Darussalam, kemarin.</p>
<p>Dengan sifat terbuka kepada siapapun, lanjut KH Sarif, almarhum  menjadi panutan semua orang. Karenanya, setelah wafat, ribuan pelayat  ikut menghantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.</p>
<p>KH Sarif mengungkapkan, ia menjadi sahabat almarhum sejak 30 tahun  silam. Dia dan almarhum selalu menjalin hubungan baik. “Kami juga selalu  diberikan petuah-petuahnya yang bermanfaat,” ucapnya.</p>
<p>Lanjut dia, semasa hidupnya, KH Irfan Hielmy pernah menjadi anggota  MPR RI pada tahun 1997. Juga ketua MUI Kabupaten Ciamis hingga wafat.  Almarhum juga mengabdikan sisa hidupnya di dunia pendidikan keagamaan.</p>
<p>“Kami masih ingat menjelang satu hari wafat, beliau amanat kepada  saya agar jangan tinggalkan mengajar santri. Beliau juga menyarankan  agar mengajarkan santri kitab kuning dan materi-materi yang bermanfaat,”  jelasnya.</p>
<p>KH Irfan Hielmy wafat di rumahnya, komplek Pesantren Darusalam,  Cijeungjing, Ciamis. Sesepuh Ponpes Darussalam ini meninggal karena  penyakit komplikasi.</p>
<p>Sebelumnya, pria kelahiran Ciamis, 25 Desember 1931 itu dirawat di  sebuah rumah sakit di Bandung selama beberapa hari. Perawatan  dilanjutkan di rumahnya Kompleks Ponpes Darussalam hingga tutup usia.</p>
<p>Almarhum meninggalkan satu istri, Siti Masitoh, tiga putra dan tiga  putri, 13 cucu serta tiga cicit. Para putra dan putrinya yakni Hj Eulis  (putri pertama), H Padlil Munawar, Hj Hani Hapani, H Fadlil Yuni, Hj Ema  Kurnia dan yang terakhir, H Dasep Padlil.</p>
<p>Putra kedua almarhum, Padlil Munawar menyatakan, dia menerima amanat  dari almarhum untuk mengelola Ponpes Darussalam. Karenanya, Padlil  disarankan pindah tugas dosen dari UGM, Jogjakarta ke Jawa Barat. Agar  pengelolaan pesantren lebih optimal.</p>
<p>”Mengingat selama ini kami menjadi ketua Program Studi di UGM. Insya  Allah untuk mengoptimalkan pengawasan di Darusalam kami putuskan untuk  bisa bertugas di Jawa Barat,” jelasnya saat menyampaikan pidato  pelepasan atas nama keluarga almarhum.</p>
<p>Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan menyatakan akan menuruti amanat  almarhum. Gubernur akan mengusahakan pemindahan tugas Padlil ke Jawa  Barat.</p>
<p>“Kami akan berikan kesempatan kepada putra beliau yang bisa  meneruskan cita-citanya agar bisa meneruskan Ponpes Darussalam,” jelas  Heryawan. (der)<a href="http://www.radartasikmalaya.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=3251:kh-irfan-hielmy-tutup-usia&amp;catid=32:languages&amp;Itemid=47"><em> (Radar Tasikmalaya)</em></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifahmad.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifahmad.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifahmad.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifahmad.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifahmad.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifahmad.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifahmad.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifahmad.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifahmad.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifahmad.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifahmad.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifahmad.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifahmad.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifahmad.wordpress.com/630/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=630&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/05/20/630/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27929cbc3fcb10f96468a80529643f64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ridla</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dilematis; Antara Memilih Studi dan Menikah</title>
		<link>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/05/06/dilematis-antara-memilih-studi-dan-menikah/</link>
		<comments>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/05/06/dilematis-antara-memilih-studi-dan-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 09:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Ridla Syahida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifahmad.wordpress.com/?p=605</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Alnofiandri Dinar, Lc. Pada sebuah majlis, beberapa orang berkawan saling curhat sesama mereka. Ada yang curhat menyampaikan keluh kesahnya, bahwa selama ini ia selalu dihujani pertanyaan, &#8220;kapan dunsanak akan menikah?&#8221; Teman yang lain beda lagi curhatnya, &#8220;bagaimana menurut dunsanak, setelah menamatkan kuliah di Al Azhar, apakah sebaiknya saya langsung melanjutkan studi pascasarjana di Mesir, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=605&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Alnofiandri Dinar, Lc.</strong></p>
<p><a href="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/05/di-persimpangan-jalan2.jpg"><img class="size-medium wp-image-611 alignright" title="Jangan gamang dan khawatir! Tetaplah optimist dan cerdas menentukan pilihan!" src="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/05/di-persimpangan-jalan2.jpg?w=300&#038;h=253" alt="" width="300" height="253" /></a>Pada sebuah majlis, beberapa orang berkawan saling curhat sesama mereka.  Ada yang curhat menyampaikan keluh kesahnya, bahwa selama ini ia selalu  dihujani pertanyaan, &#8220;kapan dunsanak akan menikah?&#8221; Teman yang lain  beda lagi curhatnya, &#8220;bagaimana menurut dunsanak, setelah menamatkan  kuliah di Al Azhar, apakah sebaiknya saya langsung melanjutkan studi  pascasarjana di Mesir, mungkin di Al Azhar atau Universitas lainnya?  Kalau memang ingin melanjutkan studi pascasarjana di Mesir ini –terutama  bagi akhawat-, apa mesti menikah terlebih dahulu?&#8221;<br />
Tema curhatan mereka cendrung sama. Tersirat ada kekhawatiran dan  secercah kegamangan untuk menapaki sebuah masa depan.</p>
<p>Bagi saya pribadi, tema ini menarik untuk diperbincang. Melalui sedikit  goresan ini, saya akan mencoba untuk sharing dengan sahabat milist dalam  mencerna masalah ini. Di kala membaca tulisan ini, barangkali akan  terbersit di fikiran dunsanak bahwa sharing berikut hanyalah senjata dan  alasan klise para bujang yang takut menikah! Namun saya yakin, pembaca  budiman akan mampu membedakan antara sebuah mutiara dan sebutir pasir.  Saya percaya dunsanak akan mampu memilah seperti mengalirnya susu dari  perut binatang yang mengalir diantara darah dan kotorannya! Hemat saya,  orang-orang berakal tidak akan mungkin menjatuhkan posisinya di bawah  binatang, seperti gambaran Allah pada QS: Al A`raf: 179. Manusia ketika  mematikan akalnya, maka ia lebih buruk dari binatang!</p>
<p><strong>Cerdas merencanakan!</strong><br />
Ketika diajukan pertanyaan seperti curhatan diatas, saya akan menjawab  dengan sebuah ungkapan, seorang tokoh: &#8220;Ketika ada keleluasaan untuk  memilih, pilihlah untuk tidak memilih. Serahkan pilihan sepenuhnya  kepada Zat Yang Maha Berkehendak dan Yang Maha Memiliki pilihan&#8221;. Urang  awak juga sering mengungkapkan &#8220;Usah takuik jo ombak gadang. Indak sado  ombak gadang nan ka mangguluang&#8221;. Tidak ada yang perlu ditakutkan,  apalagai untuk sebuah masa depan. Seperti yang diungkapkan di dalam  kitab Hikam;<br />
&#8220;Rehatkanlah jiwa anda dari perencanaan masa datang, apapun yang  dilakukan oleh orang lain untuk anda, tetap saja bukan anda yang  melakukannya untuk diri anda!&#8221;<br />
Renungkanlah ungkap syair berikut:<br />
&#8220;Tidak ada satupun yang terjadi, kecuali apa yang dikehendaki oleh  Allah. Buanglah segala kegundahanmu dan campakkanlah! Tinggalkan semua  hal yang menyibukkanmu dan rehatkanlah dirimu!&#8221;<br />
Karena memang tidak ada yang tahu apa yang mesti dilakukan oleh  seseorang pada esok harinya (Rujuk QS: Luqman: 34). Toh esok hari belum  pasti datang atau kita yang tidak sempat mendapatinya! Tapi merencanakan  sebuah masa depan gemilang adalah tipe orang-orang berakal yang patut  diacungkan jempol. Karena seorang manusia tidak akan mendapati sesuatu,  kecuali sesuai dengan pengorbanannya! Seorang muslim yang berprestasi  seyogyanya memiliki jadwal harian dan agenda kehidupan yang terukur  untuk mewujudkan visi dan misi matang. Sederhananya, seperti Fahri, di  dalam novel AAC nya Kang Abik.</p>
<p><strong>Bijak melihat realita!</strong><br />
Pelbagai pertanyaan dan kekhawatiran di masa datang tidak usah  ditakutkan, tapi perlu difikirkan dan direncanakan. Kecerdasan seseorang  dalam `merencanakan` adalah bagian dari keberhasilannya dalam  mengarungi kehidupan. Ketika telah berani berencana, berupayalah  semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Meskipun segala sesuatu yang  akan kita lakukan sudah diketahui oleh Allah di zaman azali, namun kita  tidak pernah tahu apa yang akan kita lalui dalam hidup ini! Semuanya  telah ada dalam qadha dan qadar Allah terhadap manusia seluruhnya.  Ketika si janin didatangi oleh sang malaikat di dalam rahim, janinpun  sudah berkomunikasi dan berjanji dengan utusan RabbNya. Agenda kehidupan  yang dihadapi selama di dunia dan akhir dari penghidupannya di dunia  sudah dijelaskan (lihat: hadits `Arbain no: 4 dan  rujuk juga dalam  kajian akidah tentang sifat qudrah Allah, af`al ibad, dan bab qadha dan  qadar)</p>
<p>Ketika lahir ke dunia manusia memulai kehidupannya sebagai dar al  ibtila`, menjalani serentetan ujian sebagai sunnatullah sebelum kembali  keharibaanNya di suatu hari kelak. Selama di dunia manusia dibekali akal  dan wahyu, agar hidup memiliki panduan yang jelas dan menggiringnya  menuju Allah. Seorang yang cerdas pasti akan menggunakan akalnya dan  menjadikan wahyu sebagai pedoman dalam menapaki kehidupan yang tak lama  ini. Ia tunduk kepada ketaatan dan menaklukkan hawa yang menguasai diri.  Baginya, kehidupan hanya ibarat sebuah persinggahan seorang musafir di  sebuah perjalanan panjangnya! Tabiat sebuah persinggahan tentu saja  sebentar, tidak bisa lama. Hidup kita di dunia ini ibarat sebuah  titipan. Dan tabiat sebuah titipan adalah mesti dikembalikan, ketika  pemiliknya menginginkan titipan tersebut! Tentu saja mereka mesti  mencari bekal sebanyak-banyaknya. Namun perlu dipahami bahwa banyak amal  bukan jaminan untuk kebahagiaan dan husnul khatimah. Karena kebahagiaan  ada pada ridha Allah. Tiket surga bukan pada banyaknya amal, tapi ridha  Allah!</p>
<p><strong>Jangan gegabah, tapi fikirkanlah dengan matang!</strong><br />
Wujud kecerdasan merencanakan adalah cerdas dalam memanfaatkan  kesempatan dan tidak mudah tergesa-gesa serta tidak berfikir  kekanak-kanakan saat memutuskan sebuah perkara. Seperti yang sering  diungkapkan oleh urang awak `dek arok hujan di hulu, aia di embe alah  dibuang duluan`. Ketika kesempatan ada, jangan sampai disia-siakan!  Tangkaplah setiap kesempatan yang ada dan bermain cantiklah menggunakan  kesempatan tersebut! Ketika ada peluang untuk melanjutkan studi  pascarsajana, manfaatkanlah terlebih dahulu. Jangan sampai buang  kesempatan ini, karena mengharapkan iming-iming fatamorgana nun jauh  disana dan belum tentu terjadi.</p>
<p>Kepada mereka yang memiliki himmah seperti himmah para raja, jangan  pernah mudah takluk karena kata si fulan dan sindiran si fulan! Jangan  pernah berhenti, sampai himmah dunsanak terwujud! Kata sebagian urang  awak: &#8220;Bialah urang maju kasadonyo, asal awak tetap di muko!&#8221; Jangan  dihantui oleh bayang-bayang kegagalan dalam perjalanan studi dan membuat  dunsanak kalah sebelum berjuang. Orang-orang yang mengetahui nilai  sebuah pencariannya, maka akan ringan saja semua rintangan yang ada di  depan matanya! Begitu juga ketika ada kesempatan untuk mengkhitbah atau  dikhitbah oleh orang lain, jangan gegabah untuk menerima dan menolak!  Fikirkanlah secara matang. Bermusyawarah dan berdiskusilah dengan  orang-orang yang baik. Duduak basamo taraso lapang, duduak surang malah  taraso sampik. Kadukan semuanya kepada Allah melalui istikharah di  penghujung malam yang pekat, di kala fajar sudah mulai mengintip dengan  kedatangan Subuh!</p>
<p><strong>Pertimbangkanlah!</strong><br />
Belajar dan menikah keduanya adalah bentuk ibadah kepada Allah. Tidak  akan saling bertentangan. Keduanya bisa diselaraskan oleh orang-orang  yang cerdas. Tidak ada salahnya menikah di saat berstatus mahasiswa.  Namun karena dunsanak bukan seorang manusia super, ada baiknya dunsanak  renungi beberapa mutiara hikmah –terutama oleh para rijal- yang  menginginkan ilmu. Ringkasnya tabiat dan sunnah ilmu sulit untuk dimadu!  Karena ilmu adalah mutiara paling berharga yang ada di dunia ini. Untuk  mendapatkannya tentu saja tidak mudah! Saya harap dunsanak tidak   melihat ilmu dari kulit-kulitnya saja, karena dunsanak akan sangat mudah  menganggap enteng sebuah ilmu dan berkata sesuka dunsanak. Jangan  bayangkan bahwa mendapatkan ilmu itu cukup dengan mentelaah  lembaran-lembaran kertas yang bisu dengan bantuan kamus!</p>
<p>Kata sebagian orang:<br />
&#8220;Orang-orang yang tidak pernah menghadapi pelbagai penderitaan, tidak  akan pernah meraih dambaannya!&#8221;</p>
<p>Tidak heran bila sebagian ulama mengatakan:<br />
&#8220;Betapa sedikit sekali para pelajar yang menikah saat belajar, karena  ilmunya akan terkapar diantara paha-paha kaum hawa, sementara ilmu  jikalau tidak engkau persembahkan seluruh dirimu, maka ilmu tidak akan  menyentuhmu meskipun secuilnya!&#8221;</p>
<p>Adalah sangat wajar bila ada yang mengatakan:<br />
&#8220;Ilmu sangat tinggi maqamnya, pencariaan yang sangat melelahkan, sangat  sulit untuk diikat, tidak bisa didapati melalui mimpi dan tidak  diwariskan dari orangtua dan para paman. Ilmu itu adalah tanaman yang  sedang ditanam di dalam diri dan disirami dengan cara belajar.  Dibutuhkan pengorbanan penuntutnya dengan pelbagai kelelahan dan harus  siap bergadang. Apakah mereka mengira, orang-orang yang siang harinya  sibuk dengan mengumpulkan harta dan malam harinya sibuk dengan istrinya,  akan menjadi seorang faqih? Tidak akan perah terjadi, betapa jauhnya  jarak antara barat dan timur! Akan tetapi mesti meluruskan niat,  membenarkan bisikan bashirah, mengalahkan hawa nafsu, berkorban mengejar  himmah yang mulia, berani mengarungi setiap negeri untuk mendatangi  para ahlinya, selalu harap untuk mendapatnya dan meraih keutamaannya.  Buatlah perutmu lapar, merantau dan tinggalkanlah negerimu,  tinggalkanlah banyak obrolan, dan jangan mudah bosan saat mengulang dan  menghafal pelajaran…</p>
<p>Senada dengan itu, Imam Suyuthi di awal kitab al Asybah Wa al Nazhair,  mengutipkan:<br />
&#8220;Demi hidupku, sesungguhnya ilmu ini tidak akan didapatkan dengan  &#8220;berangan-angan&#8221;, tidak akan diperoleh dengan pelbagai statement, &#8220;nanti  ajalah&#8221;, &#8220;semoga saja&#8221;, &#8220;andai aku&#8221;,&#8230;dan juga tidak akan dicapai  kecuali dengan menyingsingkan lengan baju, peras keringat, berpisah  dengan sanak-keluarga, menahan syahwat, menyeberangi lautan, menembus  angin badai, kontinue bolak-balik dari satu pintu ke pintu (rumah  ulama/guru/dosen) di malam yang gelap, menghadiri majlis orang-orang  besar, dan memacu kendaraan untuk memburu setiap hikmah yang  berseliweran.&#8221;</p>
<p>Sebagian lain berkomentar:<br />
&#8220;Jikalau anda ingin sukses dalam belajar, batasilah relasi anda dan  minimalisirlah rintangan yang menghadang!&#8221;</p>
<p>Lebih ekstrem dari ini, ada yang berkomentar:<br />
Seorang penuntut ilmu bahkan memilih untuk tidak berziarah dan tidak  diziarahi.</p>
<p>Sebelum memutuskan menikah, ada baiknya bila dunsanak memilih belajar  terlebih dahulu!<br />
Selalu seorang yang berprestasi di kampung masing-masing, tentu tidak  wajar, bila;<br />
1.	Merasa yakin dengan tersedianya waktu  di masa datang, dan menunda  belajar saat ini.<br />
Hari ini yang dihabiskan untuk belajar mengajar akan jauh lebih baik  daripada hari esok. Telur hari ini tetap jauh lebih baik dari ayam hari  esok. Belajarlah sekarang juga, sebelum dunsanak menjadi tokoh besar!  Seorang manusia semakin hari semakin tua, maka akan semakin banyak pula  tanggungjawab dan beban hidupnya. Akan semakin banyak hal yang akan  membuat konsentrasinya beralih, karena banyak hal yang perlu dipikirkan  dan dilakukannya. Tidak lagi hanya belajar dan pokus dengan ilmu yang  digelutinya saban hari. Sudah sangat akrab di telinga kita ungkapan:  &#8220;Kewajiban yang mesti ditunaikan jauh lebih banyak daripada waktu yang  tersedia.&#8221;</p>
<p>Apapun yang terjadi, belajar di waktu kecil tetap jauh lebih baik, dan  jangan pernah menunda-menuda. Belajar diwaktu kecil ibarat mengukir di  atas batu dan belajar di waktu dewasa, laksana menulis di atas air.  Pasti akan beda, bukan? Pada hakekatnya &#8220;kemarin&#8221; dan &#8220;esok&#8221; adalah  &#8220;hari ini&#8221; juga. Mengalir bagai air dalam dzikir dan fikir, japi jangan  kikir dan mudah getir. Menuntut ilmu ibarat menanam pohon. Siapkanlah  hati sebagai ladang ikhlas yang gembur dan subur. Tanam &#8220;pohon ilmu&#8221;  dengan sabar dan rawatlah dengan kasih sayang. Jangan sampai melontarkan  sebuah ungkapan yang kerap di telinga kita:<br />
&#8220;Andai masa muda kembali pada suatu hari kelak, maka pasti akan aku beri  tahu kepada mereka apa yang dirasakan oleh seorang yang sudah tua!&#8221;</p>
<p>2.	Merasa yakin dan mengandalkan kecerdasan!<br />
Betapa banyak orang yang kehilangan kesempatan menuntut ilmu, gara-gara  mengandalkan kecerdasannya dan menunda-nunda waktu untuk belajar. Saat  usia muda, kecerdasan otak memang beghitu cemerlang, semua ilmu bisa  diterima dan dicerna dengan mudah. Sangat mudah menghafal dan  menghadirkan kembali hafalan di kala butuh. Akan tetapi pisau yang tajam  akan tumpul jika ia tak pernah lagi dimanfaatkan dan tidak lagi diasah.  Akan tumpul dan karatan. Sejalan dengan bergulirnya waktu, pisau  tadipun akan hancur dengan sendirinya. Begitu juga kecerdasan otak  manusia. Akan pudar dan akan hilang sama sekali! Sesuatu yang dalam  genggaman kita hari ini adalah milik kita, tetapi belum tentu kita  memilikinya kembali di masa datang. Jangan pernah menuda-nunda.  Bersemangatlah!</p>
<p>3.	Melupakan bekal yang masih terlalu sedikit?!<br />
Sekali-kali bertanyalah kepada diri dan sadarilah sepenuhnya bahwa kita  baru mengetahui secuil gugusan kalimat yang ada di muqarrar. Itupun   sebatas tahdid untuk ujian dan belum tentu paham, hanya sekedar hafal  sebagai bekal untuk menghadapi ujian! Ilmu itu bukan menukilkan kata  Syaikh fulan begini dan begitu, tapi ilmu adalah malakah `ilmiah,  kemampuan ilmiah kita! Para ulama sering mengatakan: &#8220;Fokus orang-orang  besar adalah penguasaan terhadap suatu ilmu (dirayah), sedangkan fokus  seorang kerdil adalah menukilkan perkataan orang lain (riwayat)&#8221;. Tidak  sedikit hari ini kita temui orang-orang yang menukilkan ucapan orang  lain, tapi ia tidak paham apa yang dimaksudkan oleh orang yang  menuturkannya. Makanya Tidak jarang terjadi kriminal ilmiah dan  perkataan orang lain dipelintirkan sesuai dengan hawanya! Bermaksud  mensyarah sebuah kitab, tapi malah mentajrih pengarang kitab dan ulama!</p>
<p>Jangan tunggu suatu hari, saat orang-orang bertanya dan dunsanak hanya  bisa menjawab, &#8220;masalah ini ada di dalam kitab saya yang itu, tapi saya  lupa  jawabannya!&#8221; Bukankah orang-orang yang tidak tahu fiqh, tidak akan  mungkin memberikan ilmu fiqh kepada orang lain?! Bukankah sangat tidak  wajar, bila seorang dokter memberikan obat kepada pasiennya, sementara  sang dokter mesti diobati terlebih dahulu! Bila para Buyanya butuh  diluruskan dan masih sangat butuh tambahan ilmu, palagi masyarakatnya?!  Jangan salahkan jikalau ilmu agama justru salah dipahami oleh  masyarakat!</p>
<p><strong>Sabar dan sadarilah!</strong><br />
Jikalau di dalam belajar dunsanak menemui banyaknya kendala, itu adalah  wajar.  Karena seperti yang sudah dipaparkan bahwa ilmu adalah mutiara  paling berharga dan warisan para Nabi dan Rasul yang tidak bisa didapati  oleh sembarang orang! Bila dunsanak belajar bertahun-tahun dan  menamatkan beberapa kitab kemudian menjadi seorang alim, itu adalah  wajar. Namun bila dunsanak membaca satu atau dua kitab, atau datang ke  majlis ilmu satu atau dua kali, kemudian sudah bisa berfatwa  halal-haram, kafir, bid`ah, dsb! itu adalah sangat tidak wajar, itu  adalah khariqun lil `adah, yang hanya dimiliki oleh para Nabi dan Rasul!</p>
<p>Ketika sudah merasa sulit untuk belajar dan menghafal, tidak selamanya  solusinya adalah menikah! Ketika fikiran tidak lagi fokus untuk belajar,  tidak selamanya sebabnya karena ada syahwat yang sedang menggelora!  Perhatikanlah apa yang diungkapkan oleh para ulama rabbany: Jiwa ketika  tidak disibukkan dengan taat, maka ia akan disibukkan oleh maksiat.   Selama ini bukankah waktu kita lebih banyak untuk maota, makan  batambuah, keasyikan menikmati kasur dan berselancar di dunia maya?!</p>
<p>Bukankah tugas dan tanggungjawab kita di ranah minang sangat berat,  namun kapan mempersiapkannya, jikalau bukan sekarang?! Jikalau ada  cita-cita membangun ranah minang, apa yang akan dunsanak bangun disana  dan dengan apa dunsanak membangunnya?! Jikalau selama ini dunsanak  selalu meneriakkan slogan Mambangkik Batang Tarandam, apa yang akan  dunsanak bangkik di ranah minang? Jikalau mau menerapkan syariat islam,  apa yang mau diterapkan, jikalau syariat islam belum ada di kepala  dunsanak?! Berupayalah untuk menyingkap tempurung yang sedang  mengungkung, karena dunia terlalu luas dan tidak sesempit yang dunsanak  fikirkan. Banyak pelajaran yang bisa diambil pada diri kita  masing-masing dan dunia kita untuk membangun ranah minang!</p>
<p><strong>Buatlah keputusan dan serahkanlah sepenuhnya kepada Allah!</strong><br />
Tidak usah takut untuk menempuh perjalanan menuntut ilmu dan tidak usah  gamang menapaki tangga pernikahan. Toh semua yang dikhawatirkan belum  tentu terjadi. Apa yang dialami oleh orang lain belum tentu dunsanak  alami, karena setiap orang memiliki kehidupannya sendiri. Kepada para  bujang dan dara, jangan takut sendirian di dunia ini dengan status  single sepanjang masa! Bukankah sandal saja dibuat berpasang-pasangan,  apalagi manusia?!  Silahkan rujuk kembali QS: Al Naba`: 8.</p>
<p>Athailah Al Sakandary di dalam kitab Al Tanwir Fie Isqat Al Tadbir,  mengutipkan:<br />
&#8220;Bahwa tidak akan bertentangan antara tawakkal dengan mengupakan sebab  dalam meraih rizki, seperti yang disabdakan oleh Rasul Saw: &#8220;Bertaqwalah  kepada Allah dan perbaguslah cara meminta&#8221; Rasul Saw. benar-benar  membolehkan kita meminta kepada Allah. Jikalaulah bertentangan dengan  konsep tawakkal, maka pasti kita akan dilarang meminta. Namun Rasul Saw.  tidak mengatakan &#8220;jangan kalian meminta!&#8221; Akan tetapi beliau bersabda:  &#8220;perbaguslah cara meminta!&#8221;, seolah-olah beliau menyampaikan: &#8220;ketika  meminta kepada Allah, jadilah orang yang baik cara memintanya, yaitu  tetaplah bersama Allah dengan beradab kepadaNya dan menyerahkan murni  segala sesuatu kepadaNya.&#8221;</p>
<p>Ada sebuah ungkapan Dr. Ramadhan Al Buthy, yang sangat patut kita  renungi; &#8220;Sesunguhnya Allah tidak akan lemah untuk memancarkan cahaya  hidayah yang dipaksakan masuk ke dalam hati orang paling kafir. Dan  Allah mampu untuk melemparkan cahaya kesesatan ke dalam hati orang yang  paling shalih diantara orang-orang yang beriman. Akan tetapi Allah sudah  menetapkan bagi diri Nya (sebagai wujud ihsan dan anugerah dari Allah),  bahwa Allah tidak akan menyesatkan, kecuali setiap orang yang  mengantarkan dirinya kepada sebab-sebab kesesatan dan memalingkan  dirinya dari seluruh sarana yang mengantarkan ia kepada hidayah yang  diberikan Allah untuk menggapai hidayah. Dan Allah akan mendekatkan  sebab-sebab hidayah dan taufiq kepada setiap orang yang bertekad untuk  memenuhi perintah Allah dan seluruh taklif dari Allah.&#8221;</p>
<p>Perhatikanlah qudrah Allah kepada makhluqNya. Bila membolak-balikkan  jari adalah sangat ringan bagi manusia, maka bagi Allah lebih mudah lagi  untuk mengendalikan hati dan kehidupan kita. Tidak sulit bagi Allah  untuk menjadikan seseorang itu muslim atau kafir, apalagi hanya sekedar  untuk menentukan dan mengatur garis kehidupan kita yang lemah. semuanya  mudah terjadi, jikalau Allah berkehendak! Ketika kita mengupayakan  sebuah kebaikan, maka Allah telah berjanji kepada diriNya untuk tidak  akan mengecewakan setiap orang yang telah berupaya dan memudahkan untuk  meraihnya! Ketika kita memimpikan sebuah masa depan, tetapi tidak mau  mengupayakannya, maka jalan-jalan untuk meretas kesuksesanpun jangan  diharapkan mendekat kepada kita!</p>
<p>Teori-teori diatas sangat mudah diucapkan, namun sayangnya konsep ini  bukan pekerjaan lisan, akan tetapi tugas hati dan akal yang bening untuk  mencernanya!</p>
<p><strong>Gubuk Tua Di Sudut Al Azhar, 26 April 2010</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifahmad.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifahmad.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifahmad.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifahmad.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifahmad.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifahmad.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifahmad.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifahmad.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifahmad.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifahmad.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifahmad.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifahmad.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifahmad.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifahmad.wordpress.com/605/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=605&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/05/06/dilematis-antara-memilih-studi-dan-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27929cbc3fcb10f96468a80529643f64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ridla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/05/di-persimpangan-jalan2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jangan gamang dan khawatir! Tetaplah optimist dan cerdas menentukan pilihan!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penempatan Gedung Baru STAI Al-Ma&#8217;arif Ciamis</title>
		<link>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/04/22/penempatan-gedung-baru-stai-al-maarif-ciamis/</link>
		<comments>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/04/22/penempatan-gedung-baru-stai-al-maarif-ciamis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 16:22:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Ridla Syahida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifahmad.wordpress.com/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[Ma&#8217;arif Online. Rabu, 17 Februari 2010 12:54:20 &#8211; oleh : admin Dalam rangka menempati gedung baru, STAI Al-Ma&#8217;arif menggelar workshop pengembangan kelembagaan. Pada 14 Februari 2010, di Kampus STAI Al-Ma&#8217;arif Ciamis, Jl. Imbanagara Raya Ciamis. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 sampai 12.30 Wib, di hadiri oleh segenap civitas akademika, baik Mahasiswa, Dosen maupun Pimpinan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=598&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/04/stai-maarif-ciamis1.jpg"><img class="alignleft size-full  wp-image-602" title="STAI Maarif Ciamis" src="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/04/stai-maarif-ciamis1.jpg?w=200&#038;h=198" alt="" width="200" height="198" /></a><strong><em>Ma&#8217;arif Online</em></strong>. Rabu, 17 Februari 2010 12:54:20 &#8211; oleh : admin</p>
<p>Dalam rangka menempati gedung baru, STAI Al-Ma&#8217;arif menggelar workshop pengembangan kelembagaan. Pada 14 Februari 2010, di Kampus STAI Al-Ma&#8217;arif Ciamis, Jl. Imbanagara Raya Ciamis.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 sampai 12.30 Wib, di hadiri oleh segenap civitas akademika, baik Mahasiswa, Dosen maupun Pimpinan perguruan Tinggi tersebut, turut hadir pula dalam acara tersebut ketua dan sekretaris PP. LP. Ma&#8217;arif NU, USAID Kementrian Agama, Pemerinta daerah, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama, Tokoh Masyarakat, dan aparat desa.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, ketua STAI Al-Ma&#8217;arif  Prof Dr. Wahidin, M.Pd  menyampaikan rasa syukur dan terimaksihnya kepada segenap pihak yang ikut berpartisipasi dalam pembangunan Gedung tersebut, khususnya warga nahdliyin yang telah banyak memberikan dorongan dalam upaya memajukan bidang pendidikan di Ciamis, begitu pula Pemerintah Daerah yang telah memberikan dukungan baik moril dan Materil sehingga dalam kurun waktu setahun gedung STAI Al-Ma&#8217;arif  sudah bisa ditempati.</p>
<p>Lembaga yang berdiri atas inisiatif yayasan Kasmin Hasyim, saat ini telah memiliki mahasiswa di jurusan Ekonomi Syari&#8217;ah (S1) dan sedang menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga seperti Perbankan Syari&#8217;ah, Koperasi, Kementrian Agama, bahkan sa&#8217;at ini juga sudah mulai merintis kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional dan juga Usaid, Imbuhnya.</p>
<p>sementara itu, ketua PP. LP. Ma&#8217;arif NU Dr. H.M. Thoyib IM menyampaikan bahwa beliau menyambut baik atas lahirnya STAI Al-Ma&#8217;arif yang menunjukan bahwa kader-kader NU memiliki kemampuan dalam memberikan sumbangan dalam bidang pendidikan.</p>
<p>beliau juga menambahkan dengan adanya STAI Al-Ma&#8217;arif, diharapkan mampu menjadi motor penggerak untuk membina Nahdliyin yang mempunyai komitmen dalam membesarkan NU dan bertanggung jawab demi keberlangsungannya di masa depan. pungkasnya.(US)<strong><em><a href="http://www.maarif-nu.or.id/index.php?pilih=news&amp;mod=yes&amp;aksi=lihat&amp;id=79">, (Ma&#8217;arif Online</a></em></strong>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifahmad.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifahmad.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifahmad.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifahmad.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifahmad.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifahmad.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifahmad.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifahmad.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifahmad.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifahmad.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifahmad.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifahmad.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifahmad.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifahmad.wordpress.com/598/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=598&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/04/22/penempatan-gedung-baru-stai-al-maarif-ciamis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27929cbc3fcb10f96468a80529643f64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ridla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/04/stai-maarif-ciamis1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">STAI Maarif Ciamis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KH. Hasyim Asy’ari dan Liberalisasi Pemikiran</title>
		<link>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/04/22/kh-hasyim-asy%e2%80%99ari-dan-liberalisasi-pemikiran/</link>
		<comments>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/04/22/kh-hasyim-asy%e2%80%99ari-dan-liberalisasi-pemikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 16:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Ridla Syahida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telaah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifahmad.wordpress.com/?p=592</guid>
		<description><![CDATA[Hidayatullah.com. Thursday, 22 April 2010 11:33 Kyai Hasyim Asy’ari dikenal pembela syariat Islam. Andai beliau masih hidup, pasti berada di garda depan menolak pemikiran Liberal Oleh: Kholili Hasib* SUSUNAN Pengurus PBNU telah diumumkan, namun apakah sudah steril dari orang-orang liberal? Tentunya, harapan itu besar bagi umat Islam Indonesia. Sudah saatnya arus liberalisasi agama yang diusung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=592&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div><em><strong>Hidayatullah.com</strong></em>. Thursday, 22 April 2010 11:33</div>
</div>
</div>
<div>
<p>Kyai Hasyim Asy’ari dikenal pembela syariat Islam. Andai beliau masih  hidup, pasti berada di garda depan menolak pemikiran Liberal</p>
<p>Oleh:  <strong>Kholili Hasib*</strong></p>
<p><a href="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/04/kh-hasyim-asyari.jpg"><img class="size-full wp-image-593 alignright" title="KH Hasyim Asyari" src="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/04/kh-hasyim-asyari.jpg?w=252&#038;h=314" alt="" width="252" height="314" /></a><strong>SUSUNAN</strong> Pengurus PBNU telah diumumkan,  namun apakah sudah steril dari orang-orang liberal? Tentunya, harapan  itu besar bagi umat Islam Indonesia. Sudah saatnya arus liberalisasi  agama yang diusung oleh sebagian intelektual muda NU belakangan ini  ditanggapi serius dan tegas. Sebab, pemikiran ‘nyeleneh’ mereka sangat  jauh dari ajaran-ajaran KH. Hasyim Asy’ari –pendiri NU –  yang dikenal  tegas dan tidak kompromi terhadap tradisi-tradisi batil.</p>
<p>Ironinya,  ketokohan Kyai Hasyim tidak hanya sudah ditinggalkan, akan tetapi malah  berusaha ditarik-tarik dengan mengatakan, Kyai Hasyim adalah tokoh  inklusif.</p>
<p>“KH. Hasyim adalah tokoh moderat, menghargai  keberagamaan, dan terbuka,” begitu ungkap seorang kader muda NU, dalam  acara bedah  bukunya  berjudul <em>“Hadratussyaikh; Moderasi Keumatan dan  Kebangsaan”</em> pada 13 Maret 2010 di Jombang.</p>
<p>Penulisnya yang  juga aktivis Islam Liberal, tampaknya ingin menarik-narik bahwa  pemikiran Kyai Hasyim sesuai dengan pemikiran progresif anak-anak muda  NU saat ini.</p>
<p>Progresif dalam pemikirannya, adalah yang tak jauh  dari pemikiran liberal dan inklusif. Tentu, ini sebuah kesimpulan yang   cenderung gegabah. Kesimpulannya tersebut akan membawa dampak tidak  sehat terhadap organisasi NU ke depan. Sebab, ketokohan Hadratussyaikh  KH. Hasyim Asy’ari sangat jauh dari ide-ide inklusifisme (keterbukaan)  mereka. Pada zamannya, harap dicatat, Kyai Hasyim adalah tokoh sangat  concern membela syari’at Islam.</p>
<p>Dalam konteks dinamika pemikiran  progresif anak-anak muda NU seperti sekarang, cukup menarik bila kita  mengkomparasikan dengan pemikiran <em>founding father</em> Jam’iyah NU  ini.  Ada jarak yang cukup lebar ternyata antara ide-ide Kyai Hasyim  dengan wacana-wacana yang dikembangkan kader-kader muda NU yang liberal  itu.</p>
<p>Ketokohan KH. Hasyim Asy’ari yang sangat disegani, membuat  orang NU ingin diakui sebagai pengikut beliau. Akan tetapi, upaya  pengakuan yang dilakukan anak-anak muda liberal NU tidak dilakukan  dengan mengaca pada perjuangan dan ideologi Kyai Hasyim.</p>
<p>Sebaliknya,  pemikiran Kyai Hasyim justru secara paksa disama-samakan dengan  pemikiran iklusivisme mereka. Padahal Kyai Hasyim pada zamannya terkenal  sebagai ulama’ yang tegas dan tidak kompromi dengan tradisi-tradisi  yang tidak memiliki dasar.<br />
<strong><br />
Ketegasan Kyai Hasyim</strong></p>
<p>Wajah  pemikiran pendiri NU ini yang paling menonjol adalah dalam pendidikan  Islam, sosial politik, dan akidah. Akan tetapi pemikiran terakhir beliau  ini belum banyak dielaborasi. Padahal untuk bidang keyakinan yang  prinsip, beliau dikenal mengartikulasikan basicfaithnya secara ketat,  tegas, dan tidak kompromi.</p>
<p>Dalam kitabnya Al-Tasybihat al-Wajibat  Li man Yashna’ al-Maulid bi al-Munkarat mengisahkan pengalamannya.  Tepatnya pada Senin 25 Rabi’ul Awwal 1355 H, Kyai Hayim berjumpa dengan  orang-orang yang merayakan Maulid Nabi SAW. Mereka berkumpul membaca  Al-Qur’an, dan sirah Nabi.</p>
<p>Akan tetapi, perayaan itu disertai  aktivitas dan ritual-ritual yang tidak sesuai syari’at. Misalnya,  ikhtilath (laki-laki dan perempuan bercampur dalam satu tempat tanpa  hijab), menabuh alat-alat musik, tarian, tertawa-tawa, dan permainanan  yang tidak bermanfaat. Kenyataan ini membuat Kyai Hasyim geram.  Kyai  Hasyim pun melarang dan membubarkan ritual tersebut.</p>
<p>Dalam aspek  keyakinan, Kyai Hasyim juga telah wanti-wanti warga Nadliyyin agar  menjaga basic-faith dengan kokoh. Pada Muktamar ke-XI pada 9 Juni 1936,  Kyai Hasyim dalam pidatonya menyampaikan nasihat-nasihat penting.   Seakan sudah mengetahui akan ada invasi Barat di masa-masa mendatang,  dalam pidato yang disampaikan dalam bahasa Arab, beliau  mengingatkan,<em> “Wahai kaum muslimin, di tengah-tengah kalian ada orang-orang kafir  yang telah merambah ke segala penjuru negeri, maka siapkan diri kalian  yang mau bangkit untuk…dan peduli membimbing umat ke jalan petunjuk.”</em></p>
<p>Dalam  pidato tersebut, warga NU diingatkan untuk bersatu merapatkan diri  melakukan pembelaan, saat ajaran Islam dinodai. “Belalah agama Islam.  Berjihadlah terhadap orang yang melecehkan Al-Qur’an dan sifat-sifat  Allah Yang Maha Kasih, juga terhadap penganut ilmu-ilmu batil dan  akidah-akidah sesat”, lontar Kyai Hasyim. Untuk menghadapi tantangan  tersebut, menurut Kyai Hasyim, para ulama harus meninggalkan kefanatikan  pada golongan, terutama fanatik pada masalah furu’iyah. “Janganlah  perbedaan itu (perbedaan furu’) kalian jadikan sebab perpecahan,  pertentangan, dan permusuhan,” tegasnya.</p>
<p>Tegas, tidak kenal  kompromi dengan tradisi-tradis batil, serta bijaksana, inilah barangkali  karakter yang bisa kita tangkap dari pidato beliau tersebut. Bahkan  pidato tersebut disampaikan kembali dengan isi yang sama pada Muktamar  ke-XV 9 Pebruari 1940 di Surabaya. Hal ini menunjukkan kepedulian beliau  terhadap masa depan warga Nadliyyin dan umat Islam Indonesia umumnya,  terutama masa depan agama mereka ke depannya – yang oleh beliau telah  diprediksi mengalami tantangan yang berat.</p>
<p>Situasi aktual yang  akan dihadapi kaum muslim ke depan sudah menjadi bahan renungan Kyai  Hasyim. Dalam kitab <em>Risalah Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah</em>, beliau  mengutip hadis dari kitab Fathul Baariy bahwa akan datang suatu masa  bahwa keburukannya melebihi keburukan zaman sebelumnya. Para ulama dan  pakar hukum telah banyak yang tiada. Yang tersisa adalah segolongan yang  mengedepan rasio dalam berfatwa. Mereka ini yang merusak Islam dan  membinasakannya.</p>
<p>Dalam kitab yang sama, mbah Hasyim (demikian  sering dipanggil) menyinggung persoalan aliran-aliran pemikiran yang  dikhawatirkan akan meluber ke dalam umat Islam Indonesia. Misalnya,  kelompok yang meyakini ada Nabi setelah Nabi Muhammad, Rafidlah yang  mencaci sahabat, kelompok Ibahiyyun – yaitu kelompok sempalan sufi  mulhid yang menggugurkan kewajiban bagi orang yang mencapai maqam  tertentu &#8211; , dan kelompok yang mengaku-ngaku pengikut sufi beraliran  wihdatul wujud, hulul, dan sebagainya.</p>
<p>Menurut Kyai Hasyim, term  wihdatul wujud dan hulul dipahami secara keliru oleh sebagian orang.  Kalaupun term itu diamalkan oleh seorang tokoh sufi dan para wali, maka  maksudnya bukan penyatuan Tuhan dan manusia (manunggaling kawula).</p>
<p>Seorang  sufi yang mengatakan <em>“Maa fi al-Jubbah Illa Allah”</em>, maksudnya  adalah bahwa sesuatu yang ada dalam jubbah atau benda-benda lainnya di  alam ini tidak akan wujud, kecuali karena kekuasaan-Nya. Artinya,  menurut Kyai Hasyim, jika istilah itu dimaknai manunggaling kawula, maka  beliau secara tegas menghukumi kafir.</p>
<p>Karakter pemikiran yang  diproduk Kyai Hasyim memang terkenal berbasis pada elemen-eleman  fundamental. Dalam karya-karya kitabnya, ditemukan banyak pandangan  beliau yang menjurus pada penguatan basis akidah. Dalam kitabnya <em>Risalah  Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah</em> itu misalnya, Kyai kelahiran Jombang ini  menulis banyak riwayat tentang kondisi pemikiran umat pada akhir zaman.</p>
<p>Oleh  sebab itu, Kyai Hasyim mewanti-wanti agar tidak fanatik pada golongan,  yang menyebabkan perpecahan dan hilangnya wibawa kaum muslim. Jika  ditemukan amalan orang lain yang memiliki dalil-dalik mu’tabarah, akan  tetapi berbeda dengan amalan syafi’iyyah, maka mereka tidak boleh  diperlakukan keras menentangnya. Sebaliknya, orang-orang yang menyalahi  aturan qath’i tidak boleh didiamkan. Semuanya harus dikembalikan kepada  al-Qur’an, hadis, dan pendapat para ulama terdahulu.</p>
<p><strong>NU Tapi  Liberal</strong></p>
<p>Sayangnya, model pemikiran-pemikiran KH. Hasyim  Asy’ari tersebut tidak  menjadi kaca yang baik. Bahkan ‘kaca’ pemikiran  Kyai Hasyim berusaha diburamkan sedemikian rupa, terutama oleh anak-anak  muda NU yang liberal.</p>
<p><em>Punggawa-punggawa </em>Jaringan Islam  Liberal (JIL) tak sedikit berlatar belakang NU. Akan tetapi, yang  diperjuangkan bukan lagi ke-NU-an sebagaimana ajaran Kyai Hasyim,  melainkan pluralisme, sekularisme, kesetaraan gender, dan civil society.</p>
<p>Beberapa  intelektual muda NU yang hanyut dalam arus liberalisme agama harus  ditanggapi serius. Pemikiran anak-anak muda itu cukup membahayakan.  Tidak hanya bagi NU, tapi juga keberagamaan di Indonesia secara umum.</p>
<p>KH.  Hasyim Muzadi ketika masih menjabat ketua PBNU telah merasa gerah  dengan munculnya wacana liberalisasi agama yang melanda kalangan muda  NU. Beliau telah menyadari bahwa liberalisme telah menjadi tantangan di  NU.</p>
<p>Sebab, liberalisasi agama jelas menyalahi tradisi NU, apalagi  melawan perjuangan KH. Hasyim Asy’ari. ”Liberalisme ini mengancam  akidah dan syariah secara bertahap,” ujar KH Hasyim Muzadi seperti  dikutip <em>www.nuonline.com</em> pada 7 Februari 2009.</p>
<p>Kekhawatiran  tersebut memang perlu menjadi bahan muhasabah di kalangan warga NU.  Sebab, invasi anak-anak muda tersebut pelan-pelan akan menghujam ormas  Islam terbesar tersebut. Kasus Ulil yang memberanikan diri mencalonkan  diri sebagai ketua PBNU dalam muktamar kemarin adalah sebuah sinyal  kuat, bagaimana tokoh liberal bisa masuk bursa calon ketua. Harusnya,  ada ketegasan sikap dari elit-elit NU untuk mencegah.</p>
<p>Padahal,  KH. Hasyim Asy’ari sangat menetang ide-ide pluralisme, dan memerintahkan  untuk melawan terhadap orang yang melecehkan Al-Qur’an, dan menentang  penggunaan ra’yu mendahului nash dalam berfatwa (lihat <em>Risalah Ahlu  Sunnah wa al-Jama’ah</em>). Dalam Muqaddimah <em>al-Qanun al-Asasi li  Jam’iyati Nadlatu al-‘Ulama</em>, Hadratusyekh mewanti agar berhati-hati  jangan jatuh pada fitnah – yakni orang yang tenggelam dalam laut fitnah,  bid’ah, dan dakwah mengajak kepada Allah, padahal mengingkari-Nya.</p>
<p>Memang  mestinya, nadliyyin yang liberal tidak mendapat tempat di dalam NU.  Sebab, perjuangan Kyai Hasyim pada zaman dahulu adalah menerapkan  syariat Islam. Untuk itulah beliau, sepulang dari belajar di Makkah  mendirikan jam’iyyah Nadlatul Ulama’ – sebagai wadah perjuangan  melanggengkan tradisi-tradisi Islam berdasarkan madzhab Ahlus Sunnah wal  Jama’ah.</p>
<p>Ketegasannya semoga tidak sekadar diwacanakan secara  verbal. Tentu ini tidaklah cukup dibanding dengan kuatnya arus  liberalisme di tubuh ormas Islam terbesar di Indonesia ini. Tindakan  nyata dan tegas hukumnya  fardlu &#8216;ain bagi para ulama&#8217; yang memiliki  otoritas dalam tubuh organisasi.</p>
<p>Ormas-ormas Islam terbesar di  Indonesia seperti NU adalah aset bangsa yang harus diselamatkan dari  gempuran virus liberalisme. NU dan Muhammadiyah bagi muslim Indonesia  adalah dua kekuatan yang perlu terus di-backup. Jika dua kekuatan ini  lemah, tradisi keislaman Indonesia pun bisa punah. Maka, andai Kyai  Hasyim hidup saat ini, beliau pasti akan berada di garda depan menolak  pemikiran Liberal.<a href="http://hidayatullah.com/opini/pemikiran/11482-kh-hasyim-asyari-dan-liberalisasi-pemikiran">[www.hidayatullah.com]</a></p>
<p><em><strong>*)</strong>Penulis  adalah Mahasiswa Pascasarjana Institut Studi Islam Darussalam (ISID)  Gontor &#8211; Ponorogo</em></p>
</div>
<div id="ade-colwrap">
<div id="ade-cols">
<div id="ade-col1">
<div id="ade-movable1"></div>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifahmad.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifahmad.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifahmad.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifahmad.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifahmad.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifahmad.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifahmad.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifahmad.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifahmad.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifahmad.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifahmad.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifahmad.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifahmad.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifahmad.wordpress.com/592/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=592&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/04/22/kh-hasyim-asy%e2%80%99ari-dan-liberalisasi-pemikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27929cbc3fcb10f96468a80529643f64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ridla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/04/kh-hasyim-asyari.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KH Hasyim Asyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepada Saudariku, Para Muslimah: Kami Iri Pada Kalian</title>
		<link>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/03/27/kepada-saudariku-para-muslimah-kami-iri-pada-kalian/</link>
		<comments>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/03/27/kepada-saudariku-para-muslimah-kami-iri-pada-kalian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 12:23:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Ridla Syahida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telaah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifahmad.wordpress.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[Eramuslim, Rabu, 24/03/2010 11:14 WIB Joana Francis adalah seorang penulis dan wartawan asal AS. Dalam situs Crescent and the Cross, perempuan yang menganut agama Kristen itu menuliskan ungkapan hatinya tentang kekagumannya pada perempuan-perempuan Muslim di Libanon saat negara itu diserang oleh Israel dalam perang tahun 2006 lalu. Apa yang ditulis Francis, meski ditujukan pada para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=570&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/03/muslimah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-574" title="Muslimah" src="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/03/muslimah.jpg?w=230&#038;h=222" alt="" width="230" height="222" /></a><strong><em>Eramuslim, Rabu, 24/03/2010 11:14 WIB</em></strong></p>
<p>Joana Francis adalah seorang penulis dan wartawan asal AS. Dalam situs Crescent and the Cross, perempuan yang menganut agama Kristen itu menuliskan ungkapan hatinya tentang kekagumannya pada perempuan-perempuan Muslim di Libanon saat negara itu diserang oleh Israel dalam perang tahun 2006 lalu.</p>
<p>Apa yang ditulis Francis, meski ditujukan pada para Muslimah di Libanon, bisa menjadi cermin dan semangat bagi para Muslimah dimanapun untuk bangga akan identitasnya menjadi seorang perempuan Muslim, apalagi di tengah kehidupan modern dan derasnya pengaruh budaya Barat yang bisa melemahkan keyakinan dan keteguhan seorang Muslimah untuk tetap mengikuti cara-cara hidup yang diajarkan Islam.</p>
<p>Karena di luar sana, banyak kaum perempuan lain yang iri melihat kehidupan dan kepribadian para perempuan Muslim yang masih teguh memegang ajaran-ajaran agamanya. Inilah ungkapan kekaguman Francis sekaligus pesan yang disampaikannya untuk perempuan-perempuan Muslim dalam tulisannya bertajuk &#8220;Kepada Saudariku Para Muslimah&#8221;;</p>
<p>Ditengah serangan Israel ke Libanon dan &#8220;perang melawan teror&#8221; yang dipropagandakan Zionis, dunia Islam kini menjadi pusat perhatian di setiap rumah di AS.</p>
<p>Aku menyaksikan pembantaian, kematian dan kehancuran yang menimpa rakyat Libanon, tapi aku juga melihat sesuatu yang lain; Aku melihat kalian (para muslimah). Aku menyaksikan perempuan-perempuan yang membawa bayi atau anak-anak yang mengelilingin mereka. Aku menyaksikan bahwa meski mereka mengenakan pakaian yang sederhana, kecantikan mereka tetap terpancar dan kecantikan itu bukan sekedar kecantikan fisik semata.</p>
<p>Aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku; aku merasa iri. Aku merasa gundah melihat kengerian dan kejahatan perang yang dialami rakyat Libanon, mereka menjadi target musuh bersama kita. Tapi aku tidak bisa memungkiri kekagumanku melihat ketegaran, kecantikan, kesopanan dan yang paling penting kebahagian yang tetap terpancar dari wajah kalian.</p>
<p>Kelihatannya aneh, tapi itulah yang terjadi padaku, bahkan di tengah serangan bom yang terus menerus, kalian tetap terlihat lebih bahagia dari kami ( perempuan AS) di sini karena kalian menjalani kehidupan yang alamiah sebagai perempuan. Di Barat, kaum perempuan juga menjalami kehidupan seperti itu sampai era tahun 1960-an, lalu kami juga dibombardir dengan musuh yang sama. Hanya saja, kami tidak dibombardir dengan amunisi, tapi oleh tipu muslihat dan korupsi moral.</p>
<p><strong>Perangkap Setan</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/03/mus2.jpg"><img class="size-medium wp-image-577 aligncenter" src="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/03/mus2.jpg?w=300&#038;h=211" alt="" width="300" height="211" /></a></strong></p>
<p>Mereka membombardir kami, rakyat Amerika dari Hollywood dan bukan dari jet-jet tempur atau tank-tank buatan Amerika.</p>
<p>Mereka juga ingin membombardir kalian dengan cara yang sama, setelah mereka menghancurkan infrastruktur negara kalian. Aku tidak ingin ini terjadi pada kalian. Kalian akan direndahkan seperti yang kami alami. Kalian dapat menghinda dari bombardir semacam itu jika kalian mau mendengarkan sebagian dari kami yang telah menjadi korban serius dari pengaruh jahat mereka.</p>
<p>Apa yang kalian lihat dan keluar dari Hollywood adalah sebuah paket kebohongan dan penyimpangan realitas. Hollywood menampilkan seks bebas sebagai sebuah bentuk rekreasi yang tidak berbahaya karena tujuan mereka sebenarnya adalah menghancurkan nilai-nilai moral di masyarakat melalui program-program beracun mereka. Aku mohon kalian untuk tidak minum racun mereka.</p>
<p>Karena begitu kalian mengkonsumsi racun-racun itu, tidak ada obat penawarnya. Kalian mungkin bisa sembuh sebagian, tapi kalian tidak akan pernah menjadi orang yang sama. Jadi, lebih baik kalian menghindarinya sama sekali daripada nanti harus menyembuhkan kerusakan yang diakibatkan oleh racun-racun itu.</p>
<p>Mereka akan menggoda kalian dengan film dan video-video musik yang merangsang, memberi gambaran palsu bahwa kaum perempuan di AS senang, puas dan bangga berpakaian seperti pelacur serta nyaman hidup tanpa keluarga. Percayalah, sebagian besar dari kami tidak bahagia.</p>
<p>Jutaan kaum perempuan Barat bergantung pada obat-obatan anti-depresi, membenci pekerjaan mereka dan menangis sepanjang malam karena perilaku kaum lelaki yang mengungkapkan cinta, tapi kemudian dengan rakus memanfaatkan mereka lalu pergi begitu saja. Orang-orang seperti di Hollywood hanya ingin menghancurkan keluarga dan meyakinkan kaum perempuan agar mau tidak punya banyak anak.</p>
<p>Mereka mempengaruhi dengan cara menampilkan perkawinan sebagai bentuk perbudakan, menjadi seorang ibu adalah sebuah kutukan, menjalani kehidupan yang fitri dan sederhana adalah sesuatu yang usang. Orang-orang seperti itu menginginkan kalian merendahkan diri kalian sendiri dan kehilangan imam. Ibarat ular yang menggoda Adam dan Hawa agar memakan buah terlarang. Mereka tidak menggigit tapi mempengaruhi pikiran kalian.</p>
<p>Aku melihat para Muslimah seperti batu permata yang berharga, emas murni dan mutiara yang tak ternilai harganya. Alkitab juga sebenarnya mengajarkan agar kaum perempuan menjaga kesuciannya, tapi banyak kaum perempuan di Barat yang telah tertipu.</p>
<p>Model pakaian yang dibuat para perancang Barat dibuat untuk mencoba meyakinkan kalian bahwa asset kalian yang paling berharga adalah seksualitas. Tapi gaun dan kerudung yang dikenakan para perempuan Muslim lebih &#8220;seksi&#8221; daripada model pakaian Barat, karena busana itu menyelubungi kalian sehingga terlihat seperti sebuah &#8220;misteri&#8221; dan menunjukkan harga diri serta kepercayaan diri para muslimah.</p>
<p>Seksualiatas seorang perempuan harus dijaga dari mata orang-orang yang tidak layak, karena hal itu hanya akan diberikan pada laki-laki yang mencintai dan menghormati perempuan, dan cukup pantas untuk menikah dengan kalian. Dan karena lelaki di kalangan Muslim adalah lelaki yang bersikap jantan, mereka berhak mendapatkan yang terbaik dari kaum perempuannya.</p>
<p>Tidak seperti lelaki kami di Barat, mereka tidak kenal nilai sebuah mutiara yang berharga, mereka lebih memilih kilau berlian imitasi sebagai gantinya dan pada akhirnya bertujuan untuk membuangnya juga.</p>
<p>Modal yang paling berharga dari para muslimah adalah kecantikan batin kalian, keluguan dan segala sesuatu yang membentuk diri kalian. Tapi saya perhatikan banyak juga muslimah yang mencoba mendobrak batas dan berusaha menjadi seperti kaum perempuan di Barat, meski mereka mengenakan kerudung.</p>
<p>Mengapa kalian ingin meniru perempuan-perempuan yang telah menyesal atau akan menyesal, yang telah kehilangan hal-hal paling berharga dalam hidupnya? Tidak ada kompensasi atas kehilangan itu. Perempuan-perempuan Muslim adalah berlian tanpa cacat. Jangan biarkan hal demikian menipu kalian, untuk menjadi berlian imitasi. Karena semua yang kalian lihat di majalah mode dan televisi Barat adalah dusta, perangkap setan, emas palsu.</p>
<p><strong>Kami Butuh Kalian, Wahai Para Muslimah !</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/03/mujahidah1.jpg"><img class="size-full wp-image-575 aligncenter" title="Mujahidah" src="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/03/mujahidah1.jpg?w=400&#038;h=293" alt="" width="400" height="293" /></a></p>
<p>Aku akan memberitahukan sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian masih penasaran; bahwa seks sebelum menikah sama sekali tidak ada hebatnya.</p>
<p>Kami menyerahkan tubuh kami pada orang kami cintai, percaya bahwa itu adalah cara untuk membuat orang itu mencintai kami dan akan menikah dengan kami, seperti yang sering kalian lihat di televisi. Tapi sesungguhnya hal itu sangat tidak menyenangkan, karena tidak ada jaminan akan adanya perkawinan atau orang itu akan selalu bersama kita.</p>
<p>Itu adalah sebuah Ironi! Sampah dan hanya akan membuat kita menyesal. Karena hanya perempuan yang mampu memahami hati perempuan. Sesungguhnya perempuan dimana saja sama, tidak peduli apa latar belakang ras, kebangsaan atau agamanya.</p>
<p>Perasaan seorang perempuan dimana-mana sama. Ingin memiliki sebuah keluarga dan memberikan kenyamanan serta kekuatan pada orang-orang yang mereka cintai. Tapi kami, perempuan Amerika, sudah tertipu dan percaya bahwa kebahagiaan itu ketika kami memiliki karir dalam pekerjaan, memiliki rumah sendiri dan hidup sendirian, bebas bercinta dengan siapa saja yang disukai.</p>
<p>Sejatinya, itu bukanlah kebebasan, bukan cinta. Hanya dalam sebuah ikatan perkawinan yang bahagialah, hati dan tubuh seorang perempuan merasa aman untuk mencintai.</p>
<p>Dosa tidak akan memberikan kenikmatan, tapi akan selalu menipu kalian. Meski saya sudah memulihkan kehormatan saya, tetap tidak tergantikan seperti kehormatan saya semula.</p>
<p>Kami, perempuan di Barat telah dicuci otak dan masuk dalam pemikiran bahwa kalian, perempuan Muslim adalah kaum perempuan yang tertindas. Padahal kamilah yang benar-benar tertindas, menjadi budak mode yang merendahkan diri kami, terlalu resah dengan berat badan kami, mengemis cinta dari orang-orang yang tidak bersikap dewasa.</p>
<p>Jauh di dalam lubuk hati kami, kami sadar telah tertipu dan diam-diam kami mengagumi para perempuan Muslim meski sebagaian dari kami tidak mau mengakuinya. Tolong, jangan memandang rendah kami atau berpikir bahwa kami menyukai semua itu. Karena hal itu tidak sepenuhnya kesalahan kami.</p>
<p>Sebagian besar anak-anak di Barat, hidup tanpa orang tua atau hanya satu punya orang tua saja ketika mereka masih membutuhkan bimbingan dan kasih sayang. Keuarga-keluarga di Barat banyak yang hancur dan kalian tahu siapa dibalik semua kehancuran ini. Oleh sebab itu, jangan sampai tertipu saudari muslimahku, jangan biarkan budaya semacam itu mempengaruhi kalian.</p>
<p>Tetaplah menjaga kesucian dan kemurnian. Kami kaum perempuan Kristiani perlu melihat bagaimana kehidupan seorang perempuan seharusnya. Kami membutuhkan kalian, para Muslimah, sebagai contoh bagi kehidupan kami, karena kami telah tersesat. Berpegang teguhlah pada kemurnian kalian sebagai Muslimah dan berhati-hatilah !. (ln/iol)</p>
<p><em>Ke link aslinya silahkan <a href="http://www.eramuslim.com/muslimah/kepada-saudariku-para-muslimah-kami-iri-pada-kalian.htm">klik disini</a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifahmad.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifahmad.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifahmad.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifahmad.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifahmad.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifahmad.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifahmad.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifahmad.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifahmad.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifahmad.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifahmad.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifahmad.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifahmad.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifahmad.wordpress.com/570/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=570&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/03/27/kepada-saudariku-para-muslimah-kami-iri-pada-kalian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27929cbc3fcb10f96468a80529643f64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ridla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/03/muslimah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Muslimah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/03/mus2.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/03/mujahidah1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mujahidah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prof. Dr. M. Amien Rais: Pluralisme Kebablasan!</title>
		<link>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/03/27/prof-dr-m-amien-rais-pluralisme-kebablasan/</link>
		<comments>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/03/27/prof-dr-m-amien-rais-pluralisme-kebablasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 12:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Ridla Syahida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telaah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifahmad.wordpress.com/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kalau agama sama, banyak ayat Al-Quran yang harus dihapus. Tidak ada gunanya shalat lima waktu, bayar zakat, puasa Ramadhan&#8221; Hidayatullah. com—Pluralisme agama masih menjadi sesuatu yang menarik diperdebatkan. Pluralisme, yang berkaitan dengan penerimaan terhadap agama-agama yang berbeda, lantas dipahami bahwa semua agama adalah sama. Pendapat ini kemudian ditolak oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan kalangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=566&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>&#8220;Kalau agama sama, banyak ayat Al-Quran yang harus dihapus. Tidak ada gunanya shalat lima waktu, bayar zakat, puasa Ramadhan&#8221;</em></strong></p>
<p><em><a href="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/03/cak-amin_thumb.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-580" title="cak-amin_thumb" src="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/03/cak-amin_thumb.jpg?w=279&#038;h=196" alt="" width="279" height="196" /></a></em><strong><em>Hidayatullah. </em></strong><strong><em>com</em></strong>—Pluralisme agama masih menjadi sesuatu yang menarik diperdebatkan. Pluralisme, yang berkaitan dengan penerimaan terhadap agama-agama yang berbeda,  lantas dipahami bahwa semua agama adalah sama. Pendapat ini kemudian ditolak oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan kalangan Islam lain. Tapi apa yang salah dengan Pluralisme Agama? “Karena agama jelas tidak sama. Kalau agama sama, banyak ayat Al-Quran yang harus dihapus,” ujar Prof Dr Amien Rais.</p>
<p>Baca pikiran Pluralisme Agama oleh Amien Rais. Wawancara ini dikutip dari <em><strong>Majalah Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah Edisi Maret 2010.</strong></em></p>
<p><strong><em>Apa pendapat Anda mengenai aliran pluralisme?</em></strong></p>
<p>Akhir-akhir ini saya melihat istilah pluralisme yang sesungguhnya indah dan anggun justru telah ditafsirkan secara kebablasan. Sesungguhnya toleransi dan kemajemukan telah diajarkan secara baku dalam Al-Quran. Memang Al-Quran mengatakan hanya agama Islam yang diakui di sisi Allah, namun koeksistensi atau hidup berdampingan secara damai antar-umat beragama juga sangat jelas diajarkan melalui ayat, lakum diinukum waliyadin” (Bagiku agamaku dan bagimu agamamu). Dalam istilah yang lebih teknis, wishfull coexistent among religions, atau hidup berdamai antarumat beragama di muka bumi.</p>
<p><em><strong>Adakah yang keliru dari aliran pluralisme?</strong></em></p>
<p>Nah, karena itu tidak ada yang salah kalau misalnya seorang Islam awam atau seorang tokoh Islam mengajak kita menghormati pluralisme. Karena tarikh Nabi sendiri itu juga penuh ajaran toleransi antarberagama. Malahan antar-umat beragama boleh melakukan kemitraan di dalam peperangan sekalipun. Banyak peristiwa di zaman Nabi ketika umat Nasrani bergabung dengan tentara Islam untuk menghalau musuh yang akan menyerang Madinah.</p>
<p><em><strong>Jadi apa yang dibablaskan?</strong></em></p>
<p>Saya prihatin ada usaha-usaha ingin membablaskan pluralisme yang bagus itu menjadi sebuah pendapat yang ekstrim, yaitu pada dasarnya mereka mengatakan agama itu sama saja. Mengapa sama saja? Karena tiap agama itu mencintai kebenaran. Dan tiap agama mendidik pemeluknya untuk memegang moral yang jelas dalam membedakan baik dan buruk. Saya kira kalau seorang muslim sudah mengatakan bahwa semua agama itu sama, maka tidak ada gunanya shalat lima waktu, bayar zakat, puasa Ramadhan, pergi haji, dan sebagainya.</p>
<p>Karena agama jelas tidak sama. Kalau agama sama, banyak ayat Al-Quran yang harus dihapus. Nah, kalau sampai ajaran bahwa “semua agama sama saja” diterima oleh kalangan muda Islam; itu artinya, mereka tidak perlu lagi shalat, tidak perlu lagi memegang tuntunan syariat Islam. Kalau sampai mereka terbuai dan terhanyutkan oleh pendapat yang sangat berbahaya ini, akhirnya mereka bisa bergonta-ganti agama dengan mudah, seperti bergonta-ganti celana dalam atau kaos kaki.</p>
<p><strong><em>Apakah kebablasan pluralisme karena faktor kesengajaan atau rekayasa?</em></strong></p>
<p>Saya kira jelas sekali adanya think tank atau dapur-dapur pemikiran yang sangat tidak suka kepada agama Allah, kemudian membuat bualan yang kedengarannya enak di kuping: semua agama itu sama. Jika agama itu sama, lantas apa gunanya ada masjid, ada gereja, ada kelenteng, ada vihara, ada sinagog, dan lain sebagainya.</p>
<p><em><strong>Yang dimaksud dengan think-tank ?</strong></em></p>
<p>Saya yakin think tank itu ada di negara-negara maju yang punya dana berlebih, punya kemewahan untuk memikirkan bagaimana melakukan ghazwul fikri (perang intelektual terhadap dunia Islam). Misalnya, kepada dunia Islam ditawarkan paham lâ diniyah sekularisme yang menganggap agama tidak penting, termasuk di dalamnya pluralisme, yang kelihatannya indah, tapi ujung-ujungnya adalah ingin menipiskan akidah Islam supaya kemudian kaum muslim tidak mempunyai fokus lagi. Bayangkan kalau intelektual generasi muda Islam sudah tipis imannya, selangkah lagi akan menjadi manusia sekuler, bahkan tidak mustahil mereka menjadi pembenci agamanya sendiri.</p>
<p><em><strong>Sepertinya aliran pluralisme itu sudah masuk ke kalangan muda Muhammadiyah, pendapat Anda?</strong></em></p>
<p>Kalau sampai aliran pluralisme masuk ke kalangan muda Muhammadiyah, ini musibah yang perlu diratapi. Oleh karena itu, saya menganjurkan sebelum mereka membaca buku-buku profesor dari Amerika dan Eropa, bacalah Al-Quran terlebih dahulu. Saya sendiri yang sudah tua begini, 66 tahun, sebelum saya membaca buku-buku Barat, baca Al-Quran dulu. Karena orang yang sudah baca Al-Quran, dia akan sampai pada kesimpulan bahwa berbagai ideologi yang ditawarkan oleh manusia seperti mainan anak-anak yang tidak berbobot. Jika meminjam istilah Sayyid Quthb, seorang yang duduk di bawah perlindungan Al-Quran ibarat sedang duduk di bukit yang tinggi, kemudian melihat anak-anak sedang bermain-main dengan mainannya. Orang yang sudah paham Al-Quran akan bisa merasakan bahwa ideologi yang sifatnya man-made, buatan manusia, itu hanya lucu-lucuan saja. Hanya menghibur diri sesaat, untuk memenuhi kehausan intelektual ala kadarnya. Setelah itu bingung lagi.</p>
<p>Kenapa paham pluralisme itu bisa masuk ke kalangan muda Muhammadiyah? Apa karena Muhammadiyah terlalu terbuka atau karena tidak adanya sistem kaderisasi?</p>
<p>Hal ini perlu dipikirkan oleh pimpinan Muhammadiyah. Saya melihat, banyak kalangan muda Muhammadiyah yang sudah eksodus. Kadang-kadang masuk ke gerakan fundamentalisme, tapi juga tidak sedikit yang masuk Islam Liberal. Islam yang sudah melacurkan prinsipnya dengan berbagai nilai-nilai luar Islam. Hanya karena latah. Karena ingin mendapatkan ridho manusia, bukan ridho Ilahi. Oleh karena itu, lewat majalah Tabligh, saya ingin mengimbau kepada anak-anak saya, calon-calon intelektual Muhammadiyah, baik putra maupun putri, agar menjadikan Al-Quran sebagai rujukan baku . Saya pernah tinggal di Mesir selama satu tahun. Saya pernah diberitahu oleh doktor Muhammad Bahi, seorang intelektual Ikhwan, ketika saya bersilaturahmi ke rumah beliau, beliau mengatakan, “Hei kamu anak muda, kalau kamu kembali ke tanah airmu, kamu jangan merasa menjadi pejuang Muslim kalau kamu belum sanggup membaca Al-Quran satu juz satu hari.” Waktu itu saya agak tersodok juga, tetapi setelah saya pikirkan, memang betul. Kalau Al-Quran sebagai wahyu ilahi yang betul-betul membawa kita kepada keselamatan dunia-akhirat, kita baca, kita hayati, kita implementasikan, kehidupan kita akan terang benderang. Tapi kalau pegangan kita pada Al-Quran itu setengah hati. Kemudian dikombinasikan dengan sekularisme, dengan pluralisme tanpa batas, dengan eksistensialisme, bahkan dengan hedonisme, maka kehidupan kita akan rusak. Sehingga betul seperti kata pendiri Muhammadiyah dalam sebuah ceramah beliau, “Ad-dâ’u musyârokatullâ hi fii jabarûtih”. Namanya penyakit sosial, politik, hukum, dan lain-lain, itu sejatinya bersumber kepada menyekutukan Allah dalam hal kekuasaannya. Obatnya bukan menambah penyakit, yakni dengan isme-isme yang kebablasan, tapi obatnya itu, “adwâ’uhâ tauhîddullâhi haqqa”. Obatnya adalah tauhid dengan sungguh-sungguh. Jadi, saya juga ingat dengan kata-kata Mohammad Iqbal: “The sign of a kafir is that he is lost in the horizons. The sign of a Mukmin is that the horizons are lost in him.” Saya pernah termenung beberapa hari setelah membaca pernyataan Mohammad Iqbal yang sangat tajam itu. Karena betapa seorang mukmin akan begitu jelas, begitu paham, begitu terang benderang memahami persoalan dunia. Sedangkan orang kafir, bingung dan tersesat.</p>
<p><em><strong>Sepertinya Muhamadiyah mulai terseret arus pluralisme, contohnya pada saat peluncuran novel Si Anak Kampoeng. Penulisnya mengatakan, sebagian dari keuntungan penjualan akan digunakan untuk membentuk Gerakan Peduli Pluralisme, pandangan Anda?</strong></em></p>
<p>Saya tidak akan mengomentari apa dan siapa. Cuma adik saya yang anggota PP Muhammadiyah, pernah memberikan sedikit kriteria atau ukuran yang sangat bagus. Dia bilang begini, “Kalau orang Muhammadiyah sudah tidak pernah bicara tauhid dan malah bicara hal-hal di luar tauhid, apalagi kesengsem dengan pluralisme, maka perlu melakukan koreksi diri.” Apakah itu tukang sapu di kantor Muhammadiyah, apakah tukang pembawa surat di kantor Muhammadiyah, apakah profesor botak, sama saja. Kalau sudah tidak kerasan berbicara tauhid, mau dikemanakan Muhammadiyah? Muhammadiyah ini bisa bertahan sampai satu abad, tetap kuat, tidak pikun, dan masih segar, karena tauhidnya. Implementasi tauhidnya di bidang sosial, pendidikan, hukum, politik, itu yang menjadikan Muhammadiyah perkasa dan tidak terbawa arus. <strong><em>[www.hidayatullah. com] </em></strong></p>
<p><em>Ke link aslinya silahkan <a href="http://www.hidayatullah.com/wawancara/11104-prof-dr-m-amien-rais-pluralisme-kebablasan">klik disini </a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifahmad.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifahmad.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifahmad.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifahmad.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifahmad.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifahmad.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifahmad.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifahmad.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifahmad.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifahmad.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifahmad.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifahmad.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifahmad.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifahmad.wordpress.com/566/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifahmad.wordpress.com&amp;blog=6447078&amp;post=566&amp;subd=hanifahmad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifahmad.wordpress.com/2010/03/27/prof-dr-m-amien-rais-pluralisme-kebablasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/27929cbc3fcb10f96468a80529643f64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ridla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifahmad.files.wordpress.com/2010/03/cak-amin_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cak-amin_thumb</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
