Sabilissalam

Menapak jalan menuju Sorga

Archive for Februari, 2009

Ada yang mesti di koreksi

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Februari 4, 2009

islam_prayer21

Tujuan hidup yang kita miliki seharusnya memiliki visi dan misi yang jelas, tiga tahun, lima tahun bahkan kehidupan yang kita jalani kedepan harus benar-benar kita rencanakan dengan matang, gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. Demi meraih sebuah kehidupan hakiki dengan diliputi keimanan dan ketaqwaan akan terasa indah bila semua yang kita rencanakan kita niatkan demi mencari keridlaan Allah swt.

Manusia dengan berbagai potensi yang dimilikinya, memiliki kecenderungan yang beragam dalam mengartikan makna hidup yang sebenarnya. Dan ada satu hal yang terlupakan bahwa ia diciptakan oleh Allah hanya untuk mengabdi kepada-Nya meraka seakan lupa akan kewajiban sebagai khalifah filardli.

Allah tujuan hidup……Allah cita-cita kita……..tak ada yang lain.wallahua’lam

Posted in Hikmah | Leave a Comment »

Antara rencana, pilihan dan Taqdir Allah….

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Februari 4, 2009

groupe011

Manifestasi manusia menapaki jejak langkah yang ia gerakan dengan kemampuannya membawa pesan dan misi tersendiri dalam mengartikan hidup ini, seseorang seakan tak sadar bahwa kehidupan ini semuanya ada yang mengatur, hakikat kehidupan yang kadang salah artikan membuat tujuan hidup itu sendiri tak sesuai dengan apa yang ia harapkan.

Ada yang harus dipahami dalam mengartikan konsep taqdir yang telah digariskan sejak Allah menciptakan manusia. Semua kaum muslimin percaya sepenuhnya kepada taqdir hanya saja diantara mereka berbeda pendapat dalam menafsirkan maknanya

Taqdir yang mana akar katanya berasal dari kata qadr, yakni “kadar”, “ukuran” dan “batas”.

Dan tidak sesuatupun kecuali ada disisi kami khasanah (sumber)-nya dan kami tidak menurunkannya kecuali dengan kadar (ukuran )tertentu (QS 15:21)

Walhasil segala sesuatu dari yang terbesar hingga yang terkecil ada taqdir yang di tetapkan Tuhan atasnya. (lihat QA 65:3). Itulah taqdir atau sunatullah yang menurut para rasionalis disebut sebagai hukum-hukum (Tuhan yang berlaku di) alam.

Harus diingat bahwa hukum-hukum itu banyak, dan kita diberi kemampuan untuk memilih. Kita dapat memilih yang mana diantara taqdir (ukuran-ukuran) yang di tetapkan Tuhan yang kita ambil.

Dalam sebuah riwayat di ceritakan bahwa Umar bin Khaththab membatalkan rencana kunjungannya ke suatu daerah karena mendengar adanya wabah didaerah tersebut. Beliau ditanya: “Apakah Anda menghindar dari taqdir Tuhan?” Umar menjawab: “saya menghindar dari taqdir yang satu ke taqdir yang lain.”

Berjangkitnya penyakit akibat wabah merupakan taqdir Tuhan. Bila menghindar sehingga terbebas dari wabah, ini juga taqdir. Kalau begitu ada taqdir baik dan taqdir buruk, tetapi ingat, anda diberi taqdir untuk memilih, karenanya, jangan hanya saat petaka terjadi, kita berucap: “itu taqdir.” Ucapkanlah juga pada saat kita meraih sukses.

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu maka itu dari (kesalahan) dirimu sendiri (QS 4:79).

Benar, kita tidak dapat melepaskan diri dari taqdir Tuhan. Tetapi, taqdir-Nya tidak hanya satu. Kita diberi kemampuan untuk memilih pelbagai taqdir Tuhan. Runtuhnya tembok yang rapuh dan berjangkitnya wabah merupakan taqdir-taqdir Tuhan, berdasarkan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Sehingga bila seseorang tidak menghindar darinya pasti ia adakan menerima akibatnya, dan itu adalah taqdir. Tetapi bila ia menghindar dan luput dari marabahayanya, maka itupun takdir. Bukankah Tuhan te;ah menganugrahkan manusia kemampuan untuk memilih?Wallahua’lam

Posted in Hikmah | 1 Comment »

Ketika kehendak-Nya berkata lain…

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Februari 4, 2009

confused

Tidak dapat disangkal bahwa setiap Muslim diwajibkan menyusun rencana dan memiliki target menyangkut masa depanya serta berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya. Tetapi, dalam saat yang sama, ia harus ingat bahwa sistem kerja alam raya ini saling berkaitan, yaitu seseorang tidak hidup sendiri, apa yang dikehendakinya belum tentu dikehendaki oleh pihak lain. Dan diatas semuanya, ada Tuhan Pemelihara alam, yang Maha Bijaksana mengatur kepentingan semua makhluk, karenannya, kaitkanlah target dengan kehendak-Nya?

Dalam kenyataan, kita sering berhitung diatas kertas tentang sukses yang akan dicapai. Tetapi, bila tiba saat memetik buah sukses terkadang ada saja yang diluar perhitungan, sehingga runtuhlah segala impian!

Jangan sekali-kali berkata, menyangkut sesuatu: “aku akan lakukan hal itu esok,” kecuali dengan (berkata ) jika di kehendaki Allah (QS 18:23-24).Wallahualam

Posted in Hikmah | Leave a Comment »