Sabilissalam

Menapak jalan menuju Sorga

Antara rencana, pilihan dan Taqdir Allah….

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Februari 4, 2009

groupe011

Manifestasi manusia menapaki jejak langkah yang ia gerakan dengan kemampuannya membawa pesan dan misi tersendiri dalam mengartikan hidup ini, seseorang seakan tak sadar bahwa kehidupan ini semuanya ada yang mengatur, hakikat kehidupan yang kadang salah artikan membuat tujuan hidup itu sendiri tak sesuai dengan apa yang ia harapkan.

Ada yang harus dipahami dalam mengartikan konsep taqdir yang telah digariskan sejak Allah menciptakan manusia. Semua kaum muslimin percaya sepenuhnya kepada taqdir hanya saja diantara mereka berbeda pendapat dalam menafsirkan maknanya

Taqdir yang mana akar katanya berasal dari kata qadr, yakni “kadar”, “ukuran” dan “batas”.

Dan tidak sesuatupun kecuali ada disisi kami khasanah (sumber)-nya dan kami tidak menurunkannya kecuali dengan kadar (ukuran )tertentu (QS 15:21)

Walhasil segala sesuatu dari yang terbesar hingga yang terkecil ada taqdir yang di tetapkan Tuhan atasnya. (lihat QA 65:3). Itulah taqdir atau sunatullah yang menurut para rasionalis disebut sebagai hukum-hukum (Tuhan yang berlaku di) alam.

Harus diingat bahwa hukum-hukum itu banyak, dan kita diberi kemampuan untuk memilih. Kita dapat memilih yang mana diantara taqdir (ukuran-ukuran) yang di tetapkan Tuhan yang kita ambil.

Dalam sebuah riwayat di ceritakan bahwa Umar bin Khaththab membatalkan rencana kunjungannya ke suatu daerah karena mendengar adanya wabah didaerah tersebut. Beliau ditanya: “Apakah Anda menghindar dari taqdir Tuhan?” Umar menjawab: “saya menghindar dari taqdir yang satu ke taqdir yang lain.”

Berjangkitnya penyakit akibat wabah merupakan taqdir Tuhan. Bila menghindar sehingga terbebas dari wabah, ini juga taqdir. Kalau begitu ada taqdir baik dan taqdir buruk, tetapi ingat, anda diberi taqdir untuk memilih, karenanya, jangan hanya saat petaka terjadi, kita berucap: “itu taqdir.” Ucapkanlah juga pada saat kita meraih sukses.

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu maka itu dari (kesalahan) dirimu sendiri (QS 4:79).

Benar, kita tidak dapat melepaskan diri dari taqdir Tuhan. Tetapi, taqdir-Nya tidak hanya satu. Kita diberi kemampuan untuk memilih pelbagai taqdir Tuhan. Runtuhnya tembok yang rapuh dan berjangkitnya wabah merupakan taqdir-taqdir Tuhan, berdasarkan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Sehingga bila seseorang tidak menghindar darinya pasti ia adakan menerima akibatnya, dan itu adalah taqdir. Tetapi bila ia menghindar dan luput dari marabahayanya, maka itupun takdir. Bukankah Tuhan te;ah menganugrahkan manusia kemampuan untuk memilih?Wallahua’lam

Satu Tanggapan to “Antara rencana, pilihan dan Taqdir Allah….”

  1. ahmadlabib said

    Sebuah hikmah yang perlu kita renungkan.Karena kenyataaanya kita sedang mengarungi taqdir Allah.
    Tulisan yang bagus, alangkah baiknya kalau disertai sebuah poto sebagai illustrasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: