Sabilissalam

Menapak jalan menuju Sorga

Dengan Dalih Kasih Sayang

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada April 30, 2009

pacaran

Sekarang kita sudah waktunya untuk sadar, bahwa pacaran sangat banyak madaratnya, ketimbang manfaatnya. Berapa waktu yang terbuang sia-sia akibat memikirkan si dia, belum lagi berapa uang yang keluar percuma baik itu beli pulsa ataupun membelikan barang-barang kesukaannya.

Sungguh capek ketika kita dijadikan budak cinta….., belum lagi tiap menit kita melihat dan menunggu Hp memekik menandakan sms kita sudah dibalas dari pasangan kita, demi Allah manusia yang mulia karena Akal dan Akhlaknya, tak sepantasnya kau menduakan cinta, Allah Swt cemburu ketika melihat hambanya bersua memadu syahwat dunia, apakah kau tidak berfikir dunia ini milik siapa?.

Hanya Allahlah yang pantas untuk melabuhkan rasa cinta dan kasih sayang kita, bukan kepada yang lain.

Dengan gagah sepasang kekasih bergandengan tangan serasa dunia milik berdua, padahal Rasulullah Saw dengan keras bersabda:

“Sesungguhnya salah seorang diantaramu ditikam di kepalanya dengan jarum dan besi, adalah lebih baik dari pada harus menyentuh kulit seseorang yang buka muhrimnya”(H.R Tabrani).

Mereka memadu kasih tanpa rasa malu, bahkan mereka lihai dalam merangkai kata-kata mesra hanya untuk kekasihnya. Dengan dalih kasih sayang mereka rela mengorbankan segalanya demi pasangannya yang belum tentu kelak akan menjadi pasangan hidupnya, mereka hanya menikmati kenikmatan sesaat. Yang kelak pabila mereka sudah menikah maka Allah akan mencabut segala kenikmatan itu karena mereka sudah merasakannya sebelum pernikahan. “bagaikan sop kaldu yang kaldunya dimakan dahulu” kelak pernikahannya akan terasa hambar jauh dari keberkahan.

Mereka saling berciuman karena mereka berasumsi bahwa ciuman bertanda cinta. Na’uzdubillahiminzdalik, Demi Allah. cinta bukan itu…!. Cinta itu saling menjaga dan bukan menjerumuskan, Cinta itu suci.

“Cinta adalah kejujuran, ketulusan, dan kesetiaan. Cinta sejati adalah kesucian yang harus dijaga. Cinta seharusnya berhulu iman, bermuara taqwa dan kebersiha jiwa”(Ibn Hazm Al-Andalusy)

Duhai manusia,

Kau pandai merangkai kata bagai seorang penyair cinta. Kau alaunkan kata; sayangku, cintaku, pujaan hatiku dan berjuta sebutan yang kau persembahkan untuk pasanganmu.

Tapi kau tak berfikir, ketika kau berdoa memohon kepada tuhanmu, kata-kata apa yang sering kau panjatkan, ataukah kata-katamu lebih mesra kepada pasangamu dari pada kepada tuhanmu Allah Azza wajalla. Pencipta langit dan bumi.

Apakah kau tak berfikir di sepertiga malam Tuhanmu turun kelangit dunia dan menanyakan kepada para malaikat, mana hamba-hambaku yang meminta sesuatu, maka akan aku kabulkan permintaannya, dan mana hamba-hambaku yang meminta ampun, maka aku akan ampuni segala kesalahannya.

Seakan-akan kita terlupakan akan mengingat Allah Swt oleh racun dunia. Padahal Allah Maha dekat lebih dekat dari pada urat leher kita. Pabila kita mengingatNya di halaqah yang kecil maka Allah akan mengingat kita di perkumpulan yang lebih besar, pabila kita mendekat kepadaNya sedepa maka Allah akan mendekati kita sehasta, pabila kita mendekatiNya sambil berjalan, maka Allah mendekati kita sambil berlari.

Subhanallah………..balasan apa yang telah kita persembahkan untukNya. Ataukah kedurhakaan yang selalu kita perbuat!, semoga Allah Swt selalu memberikan hidayah dan melindungi kita. Amin[]

-Ahmad Ridla Syahida-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: