Sabilissalam

Menapak jalan menuju Sorga

Tidak Ada Batasnya Menuruti Tuntutan nafsu

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Mei 1, 2009

recite_qur_an”Orang yang kuat bukanlah orang yang jago dalam bergulat, tapi orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan hawa nafsunya ketika dalam kondisi marah”. Begitulah Rasulullah saw mengamanatkan kepada ummatnya.

Sebenarnya hawa nafsu itu bukan untuk dimusnahkan tapi nafsu itu adalah untuk ditaklukan, coba bayangkan jikalau kita tidak punya nafsu apa yang akan terjadi, mungkin kita tidak ada nafsu untuk makan apalagi hidup dimuka bumi ini, lalu apa jadinya jka hal itu terjadi padahal Allah menciptakan manusia ke bumi ini tiada tujuan lain kecuali ditugaskan  sebagai khalifah fil ardli.

Tapi harus ingat bahwa banyak orang yang binasa oleh nafsu, tapi Allah Maha  Adil, yaitu dengan Allah menciptakan akal sebagai penyeimbang hawa nafsu.

Ada sebuah riwat tentang bagaimana cerita penciptaan akal dan hawa nafsu. Dalam sebuah kitab karangan ‘Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XII Hijrah, menerangkan bahwa sesungguhnya Allah Swt. telah menciptakan akal, maka Allah Swt. telah berfirman yang bermaksud  “Wahai akal mengadaplah engkau.”

Maka akal pun menghadap kehadapan Allah Swt,  kemudian Allah Swt. berfirman yang bermaksud: “Wahai akal berbaliklah engkau!”, lalu akal pun berbalik.

Kemudian Allah swt  berfirman lagi yang bermaksud: “Wahai akal! Siapakah aku?”. Lalu akal pun berkata, “Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang daif dan lemah.”

Lalu Allah Swt. berfirman yang bermaksud: “Wahai akal tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau.”

Setelah itu Allah Swt. menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya yang bermaksud : “Wahai nafsu, mengadaplah kamu!”. Nafsu tidak menjawab sebaliknya mendiamkan diri. Kemudian Allah Swt. berfirman lagi yang bermaksud: “Siapakah engkau dan siapakah Aku?“. Lalu nafsu berkata, “Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau.”

Setelah itu Allah Swt. menyiksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud: “Siapakah engkau dan siapakah Aku?”. Lalu nafsu berkata, “Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau.”

Lalu Allah Swt. menyiksa nafsu itu dalam neraka Juu’ selama 100 tahun. Setelah dikeluar-kan maka Allah Swt. berfirman yang bermak-sud: “Siapakah engkau dan siapakah Aku?”. Akhir-nya nafsu mengakui dengan berkata, ” Aku adalah hamba-Mu dan Kamu adalah Tuhanku.”wallaua’lam

-Ahmad Ridla Syahida-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: