Sabilissalam

Menapak jalan menuju Sorga

Pacaran Harus kah…?

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Mei 1, 2009

pacaran2Ada yang mengatakan bahwa pacaran merupakan sesuatu yang harus dilakukan ketika kita sedang menginjak usia remaja. mumpung masih muda…! Begitulah Asumsi sebagian orang. Malahan ada yang sampai mengagung-agungkan itu yang namanya pacaran sampai-sampai seorang manusia bisa melupakan semua keperluan hidupunya yang lebih penting; ibadah, sekolah dan masih banyak berbagai aktifitas yang terbengkalai.

Memang begitu adanya jika seorang manusia remaja yang pernah atau sedang mengalami yang namanya pacaran.

Sangat heran memang jika wanita ataupun sebaliknya, ketika sedang mengalami masa remaja. kita secara tidak sadar sedang terlena dengan semuanya. Memang benar cinta itu adalah karunia Allah yang dianugrahkan kepada manusia. Tapi harus kita ingat bahwa cinta itu bukan nafsu, karena kebanyakan orang pacaran adalah karena ketampanan ataupun kecantikan lawan jenis masing-masing. Disini kita harus bisa membedakan mana yang dinamakan dengan cinta sejati dengan sebuah nafsu yang hanya membayang-bayangi mata kita. Apabila kita tidak pintar-pintar memilih maka kita akan terjerumus kedalam kesesatan yang nyata.

Ikhwan wal akhwat yang saya cintai. Semuanya itu hanya sementara dan fana yang baqa hanya satu, Allah swt. Hanya tuhan kita yang akan kekal selamnya tak akan sirna dimakan usia dan masa, jadi sudah selayaknya kita selaku ciptaannya untuk selalu mencintaiNya di segala kondisi. Apabila kita tulus sepenuh hati mencintai Allah maka kita akan mendapatkan balasan yang sudah Allah siapkan untuk hambanya yang senantiasa mencintaiNya. Tapi apa balasan orang yang mencintai dunia ataupun segala isinya termasuk manusia maka balasan yang akan didapat paling juga sakit hati, dengan berbagai masalah yang sudah pasti akan selalu datang melanda.

Mengapa kita harus mencintai sesuatu yang tak akan kekal pabila kita mencintainya. Manusia pasti akan mati, benda, perhiasan dan sesuatu yang dianggap indah oleh mata pasti semuanya akan sirna. Walaupun kita menjerit merangkak meminta tuk mengembalikannya pasti ia tak akan kembali. dunia tidak akan lelah dan capek untuk melayani manusia tapi kita sebaliknya akan merasa lelah pabila harus melayani dunia.

Maaf, mungkin ada sebagian orang yang beranggapan, kenapa bilang gak perlu pacaran. Padahal seseorang itu punya hati dan perasaan. Disni bukan berarti mengekang atau membatasi hati untuk berekspresi tapi kita harus ingat bahwa kita hidup punya aturan dan agama yang mengatur segala aspek kehidupan. Tak seharusnya manusia membangkang segala peraturan yang sudah di nash dalam Al-quran dan As-Sunah. Dalam islam tak ada yang namanya pacaran mau apapun itu bentuknya, islam tak memerintahkan ataupun menganjurkan malahan mengecam segala yang menyangkut perangkap syaitan dan bandit-banditnya termasuk pacaran.

Pikirkanlah semua keputusan yang akan diambil, dengan pikiran yang matang, bukan dengan pemikiran yang hanya sekedar numpang atau asal. Padahal konsekwensi dari keputusan kita itu merupakan sesuatu yang memerlukan sebuah tanggungjawab yang sangat.

Bukan satu atau dua orang. orang yang habis pacaran atau putus cinta mereka prustasi, akibatnya banyak hal-hal yang terbengkalai dengannya. Bukan satu atau dua bulan untuk bisa melupakan si dia (mantan pacar). Malahan biasanya bila pacaran itu adalah yang pertama biasanya selalu membekas hinga susah untuk menghilangkan semua kenangan yang sudah melekat kuat dalam otak maupun hati.

Disinilah kita harus ingat apakah pantas jika seorang remaja dalam setiap kegiatanya hanya memikirkan seseorang yang selalu diidam-idamkannya, saya kira ada yang lebih penting daripada harus melakukan hal itu. Lebih baik kita banyak berdzikir ataupun kita bertafakur memikirkan segala kebesaran dan kekuasaan yang telah Allah ciptakan demi kesejahteraan manusia dimuka bumi.

Sekarang lebih baik kita berpuasa (dari pacaran) dengan gagah menunnggu waktu berbuka yang penuh dengan Barakah dan berbagai kejutan yang kelak kita akan rasakan. Yang mana segala yang dulu haram akan menjadi halal (setelah menikah) malah menjadi ladang amal dan ibadah bagi kita.wallahu’alam

-Ahmad Ridla Syahida-

Satu Tanggapan to “Pacaran Harus kah…?”

  1. rere said

    pacaran???? huh….. bikin nambah dosa z, pacaran?? g la yaWWW…. mEnding tMenan, lebih seru en yang pasti g da yang ngatur,”pokoknya mimi harus makan, lw g nanti sakit lho…”. huh… capE’ dEch!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: