Sabilissalam

Menapak jalan menuju Sorga

Surat Cinta Seorang Ayah

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Mei 1, 2009

father_and_son_bwHidup ini memang tidak bisa kita tebak dan kita bayangkan  bagaimana kisah kehidupan kita selanjutnya, hanya Allahlah yang tahu segalanya. Tapi kita selalu berfikir bahwa apa yang kita alami dan kita jalankan ini bukanlah sesuatu yang kebetulan apalagi tanpa Allah rencanakan, karena pasti dibalik itu semua ada sesuatu hikmah yang terkandung didalamnya.

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka”

Ketika saya terbangun dari mimpi, saya selalu teringat pesan ayah akan kehidupan ini.

“ingat Nak..! kehidupan ini penuh liku dan duri. kau tak akan dapatkan akhirat bila kau pilih dunia. Meninggalkan dunia itu tandanya kau menginginkan (memilih)  akhirat. Dan apabila kau memimilih dunia itu berarti kau meninggalkan akhirat, sedangkan Nak…! Dunia itu fana dan akhirat Baqa (kekal). bekal dunia bukanlah harta yang dapat menipu daya dan bisa lenyap kapan saja, bekal akhirat hanyalah amal shaleh yang bisa mengantarkan seorang manusia mendapatkan tempat yang mulia (Maqam Mahmudah)

Kesederhanaan membuat seseorang menjadi bersahaja,  (meskipun ia tak kaya harta tapi ia cukup dengan kaya hati). hidup mewah menyebabkan orang menjadi tertekan dan secara tidak langsung membuat seseorang menjauh dari Allah “

Hal itulah yang sesekali membuat sejenak nafas ini terhenti, hati ini luluh oleh nasihat yang membuat hidup dan pikiran saya ini berubah.

Membuat fikiran yang tadinya dunia adalah segalanya kini berubah seketika bahwa tujuan kita bukanlah dunia yang bergelimang harta kekayaan, melainkan akhirat yang kekal di dalamnya penuh dengan kebaikan. dan hal itu tidaklah semudah seperti apa yang kita bayangkan. Akhirat hanya bisa dibeli dengan keikhlasan mengabdi kepada Allah semata.

Saya bisa berdiri seperti ini lagi itu taklain adalah bantuan dari ayah saya satu-satunya. beliaulah yang menjadikan seperti ini, mungkin jikalau tanpa dia saya tak mampu tuk bangkit kembali.

Seraya memanjatkan syukur kepada Allah swt atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada beliau untuk selalu taat kepada kepada Allah swt. Dimudahkan dalam mecari rizki dan dipanjangkan umurnya,  diampuni segala dosanya. Dan ditempatkan ditempat yang mulia. amin

saya tak mebayangkan pabila  ia tak ada ketika saya membutuhkan nasihat dan dukungan, yang setiap waktu ia berikan pada saya. Ia selalu menasihati bahwa ketenangan hanya akan datang pabila kita yakin bahwa hanya Allahlah tuhan yang akan menolong kita ketika kita ada dalam keadaan susah. Tapi sebaliknya pabila kita menyakini bahwa dunia, harta dan tahta yang akan menolong kita ketika kita ada dalam keadaan susah maka Allah tak akan menolong, tapi Allah akan menyerahkan urusannya kepada dunia yang mana ia jadikan penolongnya

begitu pula ketika kita mencari ilmu Imam Syafi’I dalam sya’irnya berkata :

Tiada kebahagiaan dalam menuntut ilmu kecuali mereka yang ketika belajar dalam kondisi serba kekurangan.

Barangsiapa tidak pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walaupun sesaat, maka ia akan terjerumus dalam kebodohan yang hina selama hayat.

Ketahuilah bahwa ilmu itu tidak akan didapat oleh seseorang yang cita-cita hidupnya hanya demi makan dan pakaian.

Semoga kita termasuk kepada golongan orang yang sederhana, ikhlas dalam mecari ilmu. Serta dijauhkan dari sikap kikir dalam urusan dunia dan semoga kita diberi hidayah untuk selau taat dalam beribadah kepada-Nya.amin, wallahua’lam.

-Ahmad Ridla Syahida-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: