Sabilissalam

Menapak jalan menuju Sorga

Perjalanan Panjang itu Sampai Juga di Peraduannya

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Juni 19, 2009

Azhar Udah lama sekali ndak ngisi blog ini, sejak ujian satu bulan yang lalu, tak ada kesempatan untuk nulis, sejuta ide dah ada semua di otak tapi rasanya sulit sekali untuk memulai menggerakan jari ini di atas tuts keyboard, berat rasanya dengan beban ujian azhar yang begitu panjang perjalanannya,  satu bulan bro….rasanya lelah sekali, bukan Karena banyaknya materi yang di ujiankan, tapi dispensasi azhar untuk  mahasiswanya supaya bisa mempersiapkan materi ujian semaksimal mungkin agar kelak mendapatkan hasil yang memuaskan.

Adapaun materi yang di ujiankan hanya 10 maddah dengan satu ujian praktek syafawi al-quran dan tauhid di hari pertama sebelum masuk ke ujian tahriri, waktunyapun hanya 2 kali dalam seminggu, hari ahad dan rabu. Berdeda dengan fakultas yang lainnya syariah, dirasat, dan lughah, fakultas ushuluddin termasuk yang paling banyak materi yang di ujikan.

Dan dengan rasa syukur yang tak terhingga, Alhamdulillah  akhirnya sekarang perjalanan panjang itu sampai juga di peraduannya, lega rasanya walaupun  sebenarnya tak ada kata istirahat dalam perjalanan ini, ujian-ujian selanjutnya sedang setia menanti para pejuang untuk  menaklukan soal-soal doktor yang begitu segudang ….iya segudag..!kenapa tidak…kadang dalam ujian harus memutar otak rada-rada kencang. meskipun hanya satu halaman hvs..tapi soalnya beuh….dari 3-4 soal itu ada beberapa anak soal, cabagannya..dan kalau semua soalnya itu di isi, bisa sampai 3-4 bahkan sampai 5 hvs kertas jawaban yang di berikan bisa terisi semua…. tangan ini rasanya mau rontok di buatnya…hiks hiks..hiks.

Tapi mau bagaimana lagi itulah namanya perjuangan tak ada kata menyerah dengan tantangan yang menghadang semua harus di hadapi dan di taklukan..kadang lelah itu bisa sedikit terobati dengan sai “teh” hangat yang di sediakan kampus, meski harus mengeluarkan uang nush, atau satu jeneh, tapi tak apa… itu sebagai obat  penyegar dalam kepenatan otak ketika mengerjakan soal-soal ujian.

Berjuta kesan yang begitu mendalam tak mungkin terlupakan..pertama kali ujian di pesantren tertua didunia yang akhirnya ujiannya selesai juga..hehe, (tak tau gimana hasilnya nanti ya….mudah-mudahan memuaskan.amin) dengan kondisi kampus yang sedikit kurang kondusif,  tatanan ruang balajar di kelas,  bisa di sebut kumuh iya karena usia bangungan yang sangat tua dengan cat tembok yang khas kuning kecoklatan warna natural serupa dengan warna padang pasir sahara…bahkan usia kursi yang di tempati doktornya ternyata lebih tua dari usia doktornya…waw..

Itu yang membuat rasa kagum di hati ini ketika memasuki ruangan kelas kuliah..dengan bangku kuliah asli dari kayu jati tanpa busa dan rotan berjajar entah berata abad usia bangku itu yang pasti ruangan ushuluddin yang sekarang ane tempati pernah menjadi tempat paling bersejarah dalam membidani para ulama besar dunia sebut saja DR Yusuf Al-Qardhawi, Mutawalli Sya’rawi, Abdul Halim Mahmud, Quraisy Shihab. mungkin kursi yang ane duduki pernah menjadi tempat duduk para ulama tersebut

Ruang kuliah di tata seperti ruangan bioskop semakin ke belakang semakin tinggi, kapasitasnyapun 500 bahkan 1000 mahasiswa masuk dalam ruangan sebesar itu. bila ruangan kelas terisi penuh dan ane kadang kebagian duduk di kursi paling belakang, sang doktor wajahnyapun tak kelihatan hanya suara speaker yang bisa di simak kadang sesekali harus berdiri demi melihat gaya retorika penyampaian doktor ketika muhadharah. dan  gedung ushuluddin ini termasuk bangunan paling tua dan kebetulan ane ujian di tingkat 2 dekat dengan mushalla kampus.

Jauh sekali bila dibandingkan dengan fasilitas belajar di kampus-kampus bonafid di indonesia bahkan negri barat sana..wah bagai langit dan bumi..jauh sekali 360 derat bedanya juga, dari fasilitas ruangan kelas sampai bangunan elegen yang menjadi kebanggaan kampus tersebut, lantai keramik bahkan marmer, kursi berbusa, ruangan ber AC, dan mungking di lengkapi fasilitas komputer, OHP dan In Focus sebagai media alat peraga dalam proses belajar, sehingga nyaman dan para mahasiswa lebih betah di kampus dari pada di kamarnya sendiri.

Tapi kondisi itu justru tidak membuat azhar kekurangan mahasiswa setiap tahunnya, bahkan sebaliknya setiap tahun azhar kebanjiran para pejuang, pencinta dan penuntut ilmu dari berbagai belahan dunia dan tak mengenal batas usia. tidak terkecuali indonesia sebagai salah satu penyumbang mahasiswa terbanyak.

Dan Alhamdulillah sekarang ane sedikit bisa menghirup udara rada sedikit panjang..hehehe. memulai kembali mencurahkan isi hati menulis dengan kearifan, belajar dari hikmah peradaban. Walau mungkin tulisan ane ndak sebagus tulisan para sastrawan atupun pujangga cinta dengan tulisan yang dapat membuat pembacanya terkagum-kagum dengannya, ene hanya menulis dengan niat mencurahkan segala isi hati yang ada. Dan ane berharap dengannya pintu dunia akan sedikit mulai terbuka menyambut indahnya sinar mentari yang setia menyinari alam ini.[]

-Ahmad Ridla Syahida-

Di medan perjuangan, Tajammu Awwal Qahirah Jadidah.

Jum’at, 19 Juni 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: