Sabilissalam

Menapak jalan menuju Sorga

Archive for Agustus, 2009

Menyingkap Rahasia Sungai Nil

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Agustus 5, 2009

3137860888_a54b2f5360_oOleh: Aep Saepulloh Darusmanwiati, MA.

Pendahuluan

‘Apabila tidak ada Nil, maka tidak ada Mesir’. Ungkapan ini, hemat penulis, tidak sepenuhnya salah. Ungkapan ini hendak menggambarkan betapa Mesir sangat bergantung dengan Nil. Hampir seluruh kehidupan Mesir, bersumber dari Sungai Nil. Ini juga barangkali, di antara factor mengapa ketika disebut Nil, maka yang terlintas adalah Mesir, tidak Negara-negara lainnya (padahal Negara-negara yang dilalui Nil mencapai sembilan Negara).

Keberadaan Nil, sebenarnya bukan semata dari segi sumber kehidupan masyarakat Mesir semata, akan tetapi ada yang lebih luar biasa dari itu. Sungai Nil merupakan di antara sungai ‘suci’ tiga agama besar, Islam, Yahudi dan Nashrani.

Bagi Yahudi, Sungai Nil adalah sungai sangat bersejarah, karena Nabiyullah Musa as ketika masih bayi merah dihanyutkan oleh ibunya yang bernama Nyukabad ke sungai Nil. Bagi agama Islam dan Kristen pun demikian. Karena sosok sayyidina Musa as, merupakan seorang Nabi yang diutus oleh Allah dalam dua agama dimaksud sekalipun.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Telaah | 2 Comments »

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Agustus 5, 2009

20070108035632_ramadhan“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.

Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)

Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”

(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.)

Posted in Ramadhan | 1 Comment »

Redupnya Sinar Sang Mentari

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Agustus 2, 2009

bulan

Pagi di kota cairo yang begitu redup tak secerah seperti hari-hari biasanya. cahaya matahari pagi yang setiap hari menyinari bumi dan menyengat kulit ini, kini pemandangan itu tak bisa saya lihat lagi, apa gerangan yang membuat matahari merasa malu atau enggan menampakan sinarnya? Apakah redupnya sang mentari di sebabkan oleh salah satu hamba-Nya yang senantiasa berbuat ingkar dan bermaksiat kepada-Nya.

Sejurus kemudian saya langsung tertunduk melihat kuasa diri yang begitu hina. dengan berbagai dosa yang telah saya perbuat, yang sengaja ataupun tidak di sengaja. Apakah sebab dosa ini yang membuat hari ini tak secerah seperti hari-hari biasanya. Ada yang terasa beda di pagi sekarang. Hati ini terasa begitu sesak, dada ini sedikit sulit tuk bernafas normal seperti sedia kala. Ada satu masalah yang tidak bisa saya tulis dan ceritakan secara gamlang di blog ini, cukup hanya jiwa dan hati yang merasakan akan hal itu.

Hampir dua minggu ini saya ditugasi amanah sebagai sekretaris umum pengganti kang salman di KPMJB (keluarga paguyuban masyarakat jawa barat) mendampingi Gubernur KPMJB mempersiapkan segala bahan yang nanti akan di jadikan laporan pertanggung jawaban untuk sidang permusyawaratan anggota tahun ini, kebetulan kang salman sedang pulang ke indonesia Baca entri selengkapnya »

Posted in Catatan Harian | 3 Comments »