Sabilissalam

Menapak jalan menuju Sorga

Tangisan dan Kesedihan Tidak Akan Merubah Keadaan

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada September 8, 2009

Khalf AzharAlhamdulillah hanya ungkapan rasa syukur yang bisa terucap…waktu yang terus bergulir dirasa begitu menyesakan dada ini. Beberapa minggu ke belakang aktifitas begitu padat di rasa sangat menyita tenaga dan fikiran ini, hampir empat hari kebelakang saya terbaring di kasur. mungkin inilah klimaks dari berbagai aktifitas yang saya jalankan. Tapi diluar itu semua saya bisa mendapatkan hikmah yang sangat berharga.

Semenjak kepindahan rumah saya ke daerah husain tepatnya di belakang kampus Azhar. Ada sedikit harapan dan sempat terselipkan cita-cita akan keberadan saya di negri kinanah ini. Untuk lebih konsentrasi dan bersungguh-sungguh lagi dalam ikhtiar belajar.

Begitu besar nikmat Allah yang telah dianugrahkan kepada saya dan hal itu membuat hati kecil ini terusik untuk kembali mengevaluasi setiap langkah yang telah saya jalani di negri ini. Apa yang telah saya perbuat dan dapat apa selama hampir delapan bulan saya belajar di Al-Azhar.??.itulah yang menjadi tanda tanya besar saya selama ini.

Kegiatan keorganisasian yang sempat saya jalalani selama satu bulan. Ada ke tidak cocokan dengan hati kecil saya melihat kapasitas saya di bidang akademik sangat awwam dan minim. saya datang ke mesir hanya dengan berbekal niat dan tekad yang selama ini ada dalam diri. Sekiranya saya harus berusaha lebih keras lagi jangan sampai harapan dan tangisan orang tua melepas kepergian saya ke negeri ini tidak bisa saya balas dengan berbagai prestasi yang kelak saya bisa persembahakan untuk mereka.

Kekhawatiran itu muncul ketika saya melihat hasil natijah satu minggu kebelakang. Sungguh tiada rasa sedih dan kegundahan dalam hati yang lebih dari pada waktu itu ketika saya tanyakan ke su’un ushuluddin tentang hasil ujian kemarin.

Saya Tanya sama ustadz yang berada di dalam kantor urusan administrasi.

ya ustadz ana ‘iz natigah….

“kam raqm julus..??

Ana kasihkan nomor induk saya

Kam mawad annajah ya ustadz

Inggris faqat…

Eh..??

Ayyua bass inggris ghairuha rasib.

Sontak batin saya bertanya-tanya dan saya sangat tak percaya dengan hasil ujian ini. Dan saya tanyakan yang ke dua kali dan hasilnya pun sama.

Ujian pertama di al-Azhar dan dengan hasil yang sangat mengecewakan. Mungkin itu semua menjadi catatan merah bagi saya agar lebih meningkatkan lagi kuliatas belajar ke depannya. Apa yang telah saya usahakan selama ini berarti belum sempurna dan belum mendapatkan hasil yang memuasakan. Walaupun sempat down dengan hasil itu tapi dengan berbekal niat dan lahaula bertawakal kepada Allah saya langkahkan kembali kaki ini dengan semangat yang tersisa.

Tiga hari ke depannya hasil ujianpun sudah di tempel di dinding-dinding fakultas ushuluddin, memang hasil natijah ushuluddin ini paling terakhir keluar dibanding dengan fakultas yang lainnya. Kecuali kita sendiri yang ngontrol langsung ke bagian su’un.

Sayapun ingin segera langsung melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana hasil natijah ujian. Saya urut dan liat nomor induk saya dari atas sampai bawah. Entah ada berapa ratus mahasiswa ushuluddin Al-Azhar wafidin yang sama-sama menimba ilmu di negri para nabi ini. Akhirnya matapun terpaku pada satu nomor dan ternyata itu tepat nomor induk saya. Satu persatu saya urut dari setiap maddah yang saya ikuti di term ke dua ini. Fikiran sayapun langsung terpusat ke maddah Al-Quran yang mana hasil ngontrol ke suun kemarin ndak lulus. Pas saya liat dengan mata kepala sendiri nilainya delapan puluh dua, Ya Rabb..sempat ana tak percaya…akhirnya ana ajak kakak kelas saya yang kebetulan lewat..untuk memastikan hasil nilai al-quran saya. Dan beliaupun berkata bahwa Al-Quran saya najah. Subhanallah, walhamdulillah, wallahu akbar…..seraya tak percaya tapi alhamdulillah setidaknya nilai Al-Quran itu memberikan angin segar dan harapan dalam jiwa ini untuk kembali bangun dan tetap semangat dalam proses perjuangan ini.

Memang belajar di Azhar tidak bisa di tebak dengan hitungan kertas. jangan terlalu optimis dengan usaha yang telah dilakukan, ada faktor “X” yang sangat berpengaruh dan diluar rasional, usaha ibadah dan doa kepada Allah sangat menentukan kesuksesan di Azhar, mungkin faktor ini yang harus lebih di tingkatkan, supaya bisa menyeimbangakan dengan usaha fisik. doa orang tua dan keluarga juga dinilai sangat berarti dan tidak bisa di nomor duakan.

Berawal dari sebuah harapan dan cita-cita, diiringi dengan rasa optimis yang tersisa di hati. beribu cobaan yang sesekali menghadang membuat perjalan hidup ini begitu indah dan memesona.

Ya Rabb bimbing langkah ini agar selalu ada dalam keridlaanmu dan mudahkanlah jalannya. bilakah ia ada dalam kemurkaanmu luruskan langkah kaki ini mantapkan ia dengan keimanan dan azzam yang menghujam dalam jiwa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: