Sabilissalam

Menapak jalan menuju Sorga

Jadwal Muhadlarah

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Oktober 6, 2009

Hadiqah AzharHari ahad tepatnya tanggal 4 oktober 2009 saya mulai melangkahkan kaki untuk bersiap kembali berjuang di medan pertempuran. Kebetulan rumah saya pas di belakang kampus al-azhar, tak lebih dari lima menit untuk sampai  dengan berjalan kaki ke ruangan kelas tempat saya menuntut ilmu memperhatikan seluruh muhadlarah yang di sampaikan oleh para duktur dari setiap maddah-nya.

Bisa disebut nuansa kuliah sekarang jauh berbeda dengan sebelumnya, mungkin karena lokasi rumah sebelumnya  yang sangat jauh dan sangat melelahkan sehingga membuat kondisi badan mempengaruhi semangat belajar yang sudah matang-matang di persiapkan dari rumah, dan akhirnya sesampainya di kelas semangat belajarpun seketika hilang tak bersisa.

Rumah baru yang sudah dua bulan saya tempati  membuat semuanya ikut berubah. Dimana flat saya  berada di tingkat empat, rumah mungil; dengan satu kamar, satu shalah (ruang tamu) dan satu kamar mandi. Kita berempat tinggal di rumah sederhana dimana lima tahun kedepan menjadi saksi sejarah perjuangan saya di bumi kinanah ini.

Walaupun kecil tapi saya rasa rumah yang sangat indah, kenapa..??dengannya dari luar balkon saya bisa melihat pemandangan komplek Husain ke seluruh penjuru. Bila saya alihkan mata ke sebelah barat, pemandangan Hadiqah Azhar terbentang luas nan indah dan menyejukan mata dengan pohon-pohon nan rindang dan bunga-bunga cantik  mengingatkan kembali suasana seperti ini di kampung halaman nan jauh di sanah,  juga mengobati tandusnya tanah dan debu yang berterbangan di setiap lorong permukiman warga.

Apalagi suasana malam yang begitu memesona, dengan leluasa saya bisa melihat bulan dan taburan bintang di langit sambil merebahkan badan di kasur empuk, semilir angin malam yang membelai kulit, sembari berimajinasi tak bertepi menjadikan malam itu begitu sempurna. Walaupun Mamah yang punya rumah sedikit galak tapi kami sudah cukup betah tinggal di rumahnya dengan fasilitas dan keadaan rumah yang sangat kondusif.

Kita berempat, saya, Mang Deden, Mang Deni, dan Mas Fathur  semuanya berbeda fakultas. Ini yang membuat semuanya mempunyai keunikan tersendiri dalam disiplin ilmu yang di gelutinya. Saya yang setiap hari bergelut dengan theology. Mang Deni  dengan syariahnya, Mas Fathur  dengan dirasat lughah ‘arabiahnya, dan satu yang berbeda yaitu Mang Deden dimana ia berkonsentrasi dengan dirasat islamiahnya, hanya mang deden yang lokasi kampusnya berbeda dengan kita bertiga, ia harus tetap rela bangun pagi untuk berangkat kuliah yang lokasinya berada jauh di daerah hay sadis komplek kampus kedokteran.

Pertengahan bulan sawal 1430 H menjadi awal tahun ajaran baru dimulai. Dari informasi yang saya dapat hari ini dimulai aktifitas perkuliahan di kampus al-azhar. Tapi dari setiap ruangan tak satupun ada aktifitas perkuliahan, akhirnya saya sempatkan untuk mencatat jadwal muhadlarah yang sudah terpampang di papan pengumuman. Dengan selembar kertas HVS saya salin semua jadwal muhadlarah disetiap kelas di tingkat satu fakultas ushuluddin, walaupun harus rela berdesak-desakan dengan mahasiswa mesir dan wafidin yang lainnya.

Ada yang berbeda dengan suasana aktifitas perkuliahan untuk satu term ini, jadwal waktu untuk firqah ula dialihkan ke jam siang dan malam. Dimulai dari jam dua siang ba’da shalat dzuhur sampai jam delapan malam ba’da shalat isya, mengasyikan memang, tapi dengan sangat terpaksa waktu yang telah di agendakan 180 derajat berubah total dari sebelumnya, jadwal talaqqi yang rutin saya ikuti kini dengan terpaksa harus saya cancel demi menyesuaikan dengan jadwal muhadlarah term ini.

Sempat saya tanyakan tentang perubahan jadwal perkuliahan untuk tingkat satu ini, ternyata flu babi yang sedang marak di perbincangkan di seantero mesir ini mempengaruhi perubahan jam perkuliahan di seluruh fakultas al-azhar. Entah apa permasalah yang lebih spesifiknya tapi faktor pergantian musim, dari musim panas ke musim dingin juga menjadi alasan kuat perubahan jadwal perkuliahan.

Diluar itu semuanya, tak berarti membuat semangat kuliah menjadi melemah. Malah sebaliknya semangat kuliah demi mendapatkan kenajahan harus lebih di pacu, apalagi dengan posisi rumah yang strategis memungkinkan untuk mengikuti perkuliahan setiap hari.[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: