Sabilissalam

Menapak jalan menuju Sorga

Dunia, Genggam oleh Tangan Kita

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Februari 12, 2010

Mengawali bahtera kehidupan ini perlu ada kesiapan dan perencanaan yang matang, hidup bukan hanya sekedar menumpang makan tapi ada sebuah tugas yang lebih mulia dibalik itu semua. Manusia diciptakan menjadi khalifah fil ardli, sudah menjadi tugas awal manusia harus mengurus dan memakmurkan bumi bukan manusia sebagai perusak dan penikmat bumi dengan mengeksplorasi kekayaan alam  tanpa memperhatikan kemanfaatan dan kemadharatannya.

Dengan berbagai konsekwensi yang kelak akan dihadapi, sebagai bahan pembelajaran dan menjadi tonggak awal meraih kemuliaan. Setiap manusia itu pasti akan diuji, segalanya; keimanan, jiwa raga. Itu merupakan ujian yang Allah berikan. Dan Allah pasti akan menguji hamba-hambanya dengan berbagai ujian dan cobaan; kegelisahan, ketakutan, kekurangan harta, jiwa. itu merupakan ujian dan cobaan. Dengan ujian seorang manusia akan dinaikan derajatnya sesuai dengan seberapa besar ia sabar dalam proses pengujian terseebut.

wasta’inu bishabri waashalah”

Dan mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat.
Sungguh semua perkara orang mukmin itu baik, sekiranya ia ditimpa musibah dan bencana ia bersabar dan bila ia diberi kenikmatan ia bersyukur. Bagai dua sisi mata uang yang sulit dipisahkan semuanya merupakan kebaikan. Sabar sebagai kondisi terbaik yang apabila dilalui dengan istiqamah kelak Allah akan memberikan pahala tak terbatas. Dan pahala itu hanya diberikan untuk orang yang bersabar. Shalat sebagai washilah “alat” yang terbaik untuk menghadapi berbagai kondisi yang sedang dihadapi, bersahaja orang yang bertawakal dengan ikhtiar, sabar dan shalat. begitu indah melihat panorama orang mukmin dalam menghadapi getirnya hiruk pikuk dunia.

Rasulullah pernah bersabda,
“jadikan akhirat di hatimu dan dunia di tanganmu”
Kenapa……terlalu naïf jika dunia dijadikan dihati. Jika saja dunia ini berharga niscaya orang musyrik oleh Allah tak akan diberi nikmat dunia sedikitpun, walaupun itu sebesar sayap nyamuk. dunia bila disimpan di hati kelak akan  menjadi pemuja dan pecinta dunia. Sakit hati yang akan dirasa, karena kita akan terbebani oleh urusan dunia.

Capek menjadi hamba dunia……..karena dunia akan meninggalkan kita. Sedangkan akhirat akan kekal bersama.  Dalam perjalanan hidup, seringkali kita melihat berbagai fenomena yang tidak sengaja kita perhatikan, tapi apakah kita sadar bahwa itu semua merupakan metode pengajaran Tuhan kepada hambanya…………?.tidak mungkin itu semua bergulir begitu saja tanpa arti dan makna yang terkandung didalamnya.
“wama khalaqta hadza bathila……subhanaka faqina ‘adzabannar..”.
wallahualam
-Ahmad Ridla Syahida-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: