Sabilissalam

Menapak jalan menuju Sorga

KH Irfan Hielmy Tutup Usia

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Mei 20, 2010

Radar Tasikmalaya, Rabu, 19 Mei 2010 04:34 administrator

CIAMIS – Ulama kharismatik, KH Irfan Hielmy, tutup usia, kemarin sekitar pukul 06.10. Berita duka menyebar ke seluruh daerah di Jawa Barat. Ribuan pelayat, baik tokoh ulama, masyarakat, santri dan pejabat memadati kompleks Pesantren Darussalam. Mereka memanjatkan doa kepada ulama yang dikenal bijak itu.

Beberapa di antaranya Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan dan teman dekat almarhum, pengasuh Ponpes Al Hasan, Ciamis, KH Sarif Hidayat.

KH Sarif mengenang almarhum sebagai ulama kharismatik yang memiliki sifat bijaksana. Sifat itu sejajar dengan empat ulama besar di Jawa Barat. Yakni KH Ilyas Ruhiyat (pengasuh Ponpes Cipasung), KH Anwar Musadad (Garut), Totoh Al Fatah (pengurus Ponpes Cileunyi, Bandung) dan Abdullah Abas.

Selain itu, lanjut KH Sarif, KH Irfan Hielmy juga dikenal sebagai pribadi yang santun, intelek dan tawadu (rendah diri). “Beliau juga sangat ramah dan bisa bergaul dengan siapapun. Mulai pejabat tinggi hingga masyarakat biasa,” ujar KH Sarif dalam pidato pemakaman jenazah almarhum di kompleks Ponpes Darussalam, kemarin.

Dengan sifat terbuka kepada siapapun, lanjut KH Sarif, almarhum menjadi panutan semua orang. Karenanya, setelah wafat, ribuan pelayat ikut menghantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.

KH Sarif mengungkapkan, ia menjadi sahabat almarhum sejak 30 tahun silam. Dia dan almarhum selalu menjalin hubungan baik. “Kami juga selalu diberikan petuah-petuahnya yang bermanfaat,” ucapnya.

Lanjut dia, semasa hidupnya, KH Irfan Hielmy pernah menjadi anggota MPR RI pada tahun 1997. Juga ketua MUI Kabupaten Ciamis hingga wafat. Almarhum juga mengabdikan sisa hidupnya di dunia pendidikan keagamaan.

“Kami masih ingat menjelang satu hari wafat, beliau amanat kepada saya agar jangan tinggalkan mengajar santri. Beliau juga menyarankan agar mengajarkan santri kitab kuning dan materi-materi yang bermanfaat,” jelasnya.

KH Irfan Hielmy wafat di rumahnya, komplek Pesantren Darusalam, Cijeungjing, Ciamis. Sesepuh Ponpes Darussalam ini meninggal karena penyakit komplikasi.

Sebelumnya, pria kelahiran Ciamis, 25 Desember 1931 itu dirawat di sebuah rumah sakit di Bandung selama beberapa hari. Perawatan dilanjutkan di rumahnya Kompleks Ponpes Darussalam hingga tutup usia.

Almarhum meninggalkan satu istri, Siti Masitoh, tiga putra dan tiga putri, 13 cucu serta tiga cicit. Para putra dan putrinya yakni Hj Eulis (putri pertama), H Padlil Munawar, Hj Hani Hapani, H Fadlil Yuni, Hj Ema Kurnia dan yang terakhir, H Dasep Padlil.

Putra kedua almarhum, Padlil Munawar menyatakan, dia menerima amanat dari almarhum untuk mengelola Ponpes Darussalam. Karenanya, Padlil disarankan pindah tugas dosen dari UGM, Jogjakarta ke Jawa Barat. Agar pengelolaan pesantren lebih optimal.

”Mengingat selama ini kami menjadi ketua Program Studi di UGM. Insya Allah untuk mengoptimalkan pengawasan di Darusalam kami putuskan untuk bisa bertugas di Jawa Barat,” jelasnya saat menyampaikan pidato pelepasan atas nama keluarga almarhum.

Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan menyatakan akan menuruti amanat almarhum. Gubernur akan mengusahakan pemindahan tugas Padlil ke Jawa Barat.

“Kami akan berikan kesempatan kepada putra beliau yang bisa meneruskan cita-citanya agar bisa meneruskan Ponpes Darussalam,” jelas Heryawan. (der) (Radar Tasikmalaya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: