Sabilissalam

Menapak jalan menuju Sorga

Archive for the ‘Ramadhan’ Category

Puasa Rajab

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Juni 27, 2010

Oleh:Faza Abdu Robbih
Mahasiswa Universitas Al-Azhar Cairo Mesir

Allahumma baarik lana fi Rojaba wa Sya’bana wa balligna Ramadhon wa hassil maqosidana

Bulan Rajab telah membuka tabirnya, persiapan diripun semakin kencang untuk menyongsong bulan Suci Ramadhan, hal inipun tersirat dari do’a Rasulullah SAW sebagaimana termaktub di atas. Tak heran banyak ibadah yang dilakukan karenanya, salah satunya adalah Puasa.

Memang Tidak ada hadis shahih yang menerangkan keutamaan puasa Rajab secara khusus, tapi banyak hadis yang menganjurkan puasa secara umum, tidak hanya mengkhususkan bulan Rajab.

Bulan Rajab adalah bulan Haram (bulan yang diharamkan untuk berperang), dan pada bulan Haram itulah kita disunahan berpuasa, sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Al Bahili bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasalah Engkau di bulan  Haram.” (HR Abu Daud).

Nabi Muhammad Saw, memang mensunahkan puasa tiga hari pada setiap bulan Hiriyah (ayyamul bidh), bahkan beliaupun pernah mensunahkan untuk berpuasa secara mutlak. Maka kesunahan puasa Rajab bisa didasarkan pada keumuman hadis-hadis tersebut.

Memang tidak ada Nash sahih yang secara khusus menerangkan keutamaan puasa di awal, tengah atau hari-hari lainnya pada bulan ini.Sekalipun ada beberapa nash yang menerangkan keutamaan puasa Rajab,  hadis itupun dengan derajat dhoif. Seperti hadis  shahabat Anas ra,

“Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai yang disebut Rajab, airnya lebih jernih dari susu, lebih manis dari madu, maka siapa saja yang berpuasa satu hari pada bulan Rajab, Allah akan memberinya minum dari sungai itu.”.

Hadits lain yang diriwatkan Ibnu Abbas,

“Siapa saja yang berpuasa sehari pada bulan Rajab maka ia seperti puasa satu bulan, siapa saja yang puasa tujuh hari maka ia akan ditutup dari tujuh pintu neraka, siapa saja yang puasa delapan hari maka ia akan dibukakan pintu-pintu surga, dan siapa saja puasa sepuluh hari maka keburukannya akan diganti oleh kebaikan-kebaikan.”

hadis inipun dhoif sebagaimna yang diterangkan Imam Suyuthi dalam kitabnya Al Hawi lil Fatwa.

Memang tidak ada larangan Puasa Rajab sebulan penuh ditambah dengan puasa Sya’ban dan disempurnakan dengan puasa Ramadhan menjadi tiga bulan penuh,. Sekalipun ada beberapa Ulama yang mengatakan bahwa hal tersebut adalah bid’ah karena hal tersebut tidak pernah terjadi pada masa salaf, oleh karena itu maka yang lebih utama adalah berpuasa sesuai dengan kemampuan saja tanpa adanya suatu kewajiban baik karena nadzar atau yang lainnya sehingga tidak terjerumus pada perbuatan yang dilarang. Wallahu a’lam.

Iklan

Posted in Ramadhan | Leave a Comment »

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Agustus 5, 2009

20070108035632_ramadhan“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.

Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)

Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”

(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.)

Posted in Ramadhan | 1 Comment »