Sabilissalam

Menapak jalan menuju Sorga

Archive for the ‘Renungan’ Category

“Saatnya ngampus bukan sekedar status”

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada November 6, 2009

Pray“Engkau tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan enam hal, yaitu dengan kecerdasan, semangat keras, rajin, tabah, biaya yang cukup, bersabar dengan guru,”( Imam Syafi’i)

“Belajar merupakan proses jiwa; belajar menuntut konsentrasi; belajar harus didasari sikap tawadhu; belajar bertukar pendapat hendaklah telah mantap pengetahuan dasarnya; belajar harus mengetahui nilai dan tujuan ilmu pengetahuan yang di pelajari; belajar secara pertahap; berlajar tujuanya adalah untuk berakhlakul karimah.”( Imam Ghazali ra.)

Betapa banyak tetesan airmata orang tua dan keluarga untuk melepas kepergian kita ke bumi kinanah ini?!

Apa yang sudah kita perbuat untuk menebus tetesan air mata mereka?!

Berapa banyak waktu yang telah berlalu melewati hari-hari kita di negri para nabi ini?!

Apakah waktu-waktu itu sudah kita pergunakan untuk menebus kerja keras orang tua kita di tanah air?!

Saatnya kita singsingkan lengan baju, baca muqarrar, sering menghadiri muhadharah di kulliah, dan berdoa kepada Sang Maha Pemberi Keputusan!

Kalau tidak di mulai dari sekarang, kapan lagi?!

Iklan layanan masisir ini di persembahkan oleh:

TIM GERAKAN CINTA KAMPUS DAN MUQARRAR

KERJASAMA

DPP-PPMI,WIHDAH-PPMI,AY-SYATIBI CENTER &SENAT MAHASISWA

Iklan

Posted in Renungan | Leave a Comment »

Nasehat Orang Arab pada Anak Perempuannya

Posted by Ahmad Ridla Syahida pada Mei 25, 2009

Ibu dan anakUmamah Taghlubiyah, seorang wanita Arab terpandang menasehati anaknya Ummu Iyas binti Auf. Nasehat ini dia sampaikan ketika melepas putrinya itu menuju rumah suaminya saat dia dinikahkan.

Dia berkata, “Wahai anakku, Kalaulah nasehat boleh ditinggalkan karena kemuliaan budi dan ketinggian nasab keturunan, maka aku tidak akan menyampaikannya padamu. Namun ia perlu disampaikan untuk mengingatkan orang baik dan menyadarkan yang lalai.

Wahai anakku, jika seorang perempuan bisa melepaskan diri dari laki-laki dengan harta orang tuanya maka aku adalah orang yang paling bisa untuk itu. Tapi, itu tidak mungkin, anakku. Karena perempuan diciptakan untuk laki-laki. Dan sebaliknya, laki-laki diciptakan untuk perempuan.

Wahai anakku, saat ini engkau akan melangkah dari rumah ini, dimana kamu hidup dan dibesarkan. Kamu akan berangkat ke lembah yang belum kamu ketahui sama sekali dan akan ditemani seorang yang tidak pernah kau kenal selama ini. Makanya, dengarlah pesan-pesanku. Jadilah engkau bagaikan Baca entri selengkapnya »

Posted in Renungan | Leave a Comment »